Hanya Selamatkan Diri Saat Lonsor di Pamulang, Anwar: Rumah Masih Tertimbun
Longsor melanda permukiman warga di wilayah Perumahan Puri Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (7/7/2025).
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Di dalam pos tersebut, telah dipasang sekat berwarna biru sebagai pembatas untuk menjaga privasi para pengungsi.
Area ini juga telah dilengkapi kasur dan bantal untuk menunjang kenyamanan selama masa pengungsian.
Dua kipas angin berwarna hitam turut dipasang agar warga tidak kepanasan di tengah suhu udara yang cukup tinggi.
Di area depan, terdapat tenda dan puluhan kursi dipasangkan untuk warga terdampak bisa berteduh.
Selain di pos keamanan, dua rumah warga yang kebetulan kosong juga telah diizinkan oleh pemiliknya untuk digunakan sementara oleh keluarga-keluarga yang terdampak.
Bantuan logistik terus berdatangan sejak hari pertama pengungsian.
Terlihat dua dus mie instan, dua karung beras, dan tiga pet telur telah diterima dan disalurkan kepada warga di pengungsian.
Warga terdampak bencana longsor bernama Anwar mengatakan bahwa ia bersama keluarganya langsung dievakuasi ke tempat pengungsian tak lama setelah kejadian.
Para korban sempat dikumpulkan di balai warga untuk mendapatkan perlindungan darurat sebelum ditempatkan ke lokasi pengungsian yang lebih layak.
“Pas kejadian langsung disuruh ngungsi, langsung dievakuasi ke balai warga,” ujar Anwar kepada TribunTangerang.com, Pamulang, Tangsel, Rabu (9/7/2025)
Anwar mengatakan sebagian warga masih tinggal di pos keamanan dan balai warga yang berada tidak jauh dari titik longsor.
Sementara itu, beberapa keluarga menempati dua rumah kosong milik warga yang diizinkan digunakan sementara waktu oleh para korban.
“Di sini tinggal empat kepala keluarga, di sana juga ada yang mengungsi,” kata Anwar.
Sementara itu, Ketua RT 004/009 Perumahan Puri Pamulang, Ahmad Ghozali Mukti (57) mengatakan, berdasarkan data terbaru, total ada 25 kepala keluarga (KK) saat ini yang terisolir.
“Khususnya warga saya ada 7 KK, total 30 orang termasuk 9 balita, sisanya 18 penghuni kontrakan yang tinggal berdekatan dengan turap longsor,” ujar Ahmad Ghozali, dikutip Rabu (9/7/2025).
Adapun, longsor ini terjadi diduga karena tanah yang tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan dari bagian atas perumahan.
Akibat kejadian ini, enam rumah dan satu kontrakan terisolasi akibat tertutup material longsor.
Adapun, longsor setinggi sekitar 10 meter dan lebar 40 meter terjadi pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. (m30)
| Dari Kulit Buah Jadi Deterjen, Kisah Laundry Tangsel yang Ubah Sampah Jadi Cuan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Kamis 28 Mei 2026: Sebagian Cerah |
|
|---|
| Sapi Kurban Kabur Berlarian di Jalan Pondok Serut Tangsel, Lalu Lintas Sempat Tersendat |
|
|---|
| Kurangi Sampah Plastik, Tangsel Distribusikan 10 Ribu Besek Bambu untuk Daging Kurban |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Raya Rabu 27 Mei 2026 Diliburkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Perumahan-Puri-Pamulang.jpg)