Rabu, 8 April 2026

Berita Seleb

Respons  Cholil Efek Rumah Kaca Soal Polemik Royalti antara Pencipta Lagu dan Penyanyi

Cholil Efek Rumah Kaca terus mengikuti polemik royalti di industri musik Indonesia, mengenai royalti antara pencipta lagu dan penyanyi.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Joko Supriyanto
warta kota/arie
ROYALTI - Musisi Cholil Efek Rumah Kaca prihatin melihat penyanyi dan pencipta lagu kini berseberangan, akibat persoalan royalti. Dia pun memiliki ide untuk mencari solusi. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Musisi dan pencipta lagu Cholil Efek Rumah Kaca terus mengikuti polemik royalti di industri musik Indonesia, mengenai royalti antara pencipta lagu dan penyanyi.

Cholil Efek Rumah Kaca menilai polemik yang terjadi bermula dari sosok yang memiliki followers banyak dan punya kekuatan di industri musik, menyuarakan tentang royalti musik yang tak adil ketika dibagikan ke pencipta lagu dan penyanyi.

"Jadi pencipta lagu merasa tak dapat royalti yang tidak adil, sampai akhirnya mengajukan usulan pembayaran royalti secara langsung," kata Cholil Efek Rumah Kaca ketika ditemui disela acara jumpa pers Indonesia Music Summit (IMUST) 2025, di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (10/7/2025).

"Sementara penyanyi merasa tertekan hingga akhirnya mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, untuk mencari kepastian soal regulasi ini," tambahnya.

Cholil menyebut permintaan pencipta lagu meminta pembayaran royalti langsung ke mereka, hingga kasus Agnez Mo vs Ari Bias berdampak kepada ketakutan para penyanyi.

"Ya Tantri bilang di dalam sidang MK, dampak dari polemik yang ada membuat penyanyi takut menyanyikan lagu cover saat manggung," ucapnya.

Sementara diakui Cholil Mahmud, keluhan dari para pencipta lagu sangat nyata. Mereka bersuara karena merasa hak ekonominya tidak didapatkan seutuhnya.

"Jadi hubungan hukumnya ini gak ada. Royalti pencipta lagu gak sampai dengan baik, jadi harus ada yang menjembatani," ungkapnya.

Personel grup musik Efek Rumah Kaca ini merasa polemik yang terjadi membuka mata semua pihak, khususnya pelaku industri musik Indonesia. Karena dampaknya, bisa membuat sebuah ekosistem yang baik.

Cholil merasa yang menjadi konsentrasi dalam polemik royalti ini adalah ketidak terbukaan dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), dalam mendistribusikan royalti ke pencipta lagu.

"Yang harusnya pencipta lagu dapat royalti dari LMK tapi LMK tidak bisa transparan dalam mendistribusikan royalti, maka mentok. Akhirnya pencipta lagu langsung minta ke penyanyi," jelasnya.

Namun, polemik royalti di industri musik Indonesia bisa diselesaikan dengan baik, menurut Cholil Efek Rumah Kaca, jika pencipta lagu dan penyanyi serta seluruh stek holder musik, duduk bareng membahas dan mencari solusi.

"Solusinya mereka duduk bareng. Menurut saya Indonesia Music Summit 2025 bisa jadi momentum ini. Melihat mereka sudah menyiapkan solusi terbaik untuk menyelesaikan polemik di industri musik Indonesia," ujar Cholil Efek Rumah Kaca.

Indonesia Music Summit 2025 yang digelar oleh Sashana Indonesia akan digelar pada Oktober 2025, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Dhani Pette selaku penyelenggara menyampaikan kalau acara tersebut jadi platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kreatif, melindungi hak cipta, serta merayakan keberagaman budaya Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved