Senin, 20 April 2026

BP3MI Banten Hadirkan Layanan Helpdesk dan Lounge PMI di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten menghadirkan layanan helpdesk di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
LAYANAN PMI - Layanan Helpdesk yang dihadirkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Banten di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten, Minggu (19/4). (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro)   

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten menghadirkan layanan helpdesk di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto mengatakan, posko helpdesk merupakan sistem pendukung yang bertugas memberikan bantuan, informasi dan solusi teknis atas masalah yang dihadapi PMI.

"Helpdesk menjadi pusat informasi, pendataan, dan solusi jika ada kendala saat pekerja migran tiba karena tersedia di area dalam terminal 2 Bandara Soetta," ujar Budi kepada awak media, Minggu (19/4/2026).

Selain itu BP3MI Banten juga memberikan fasilitas Lounge PMI di bandara yang berlokasi pada Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten tersebut.

Lounge PMI dapat digunakan oleh Pekerja Migran sebagai tempat untuk transit yang nyaman saat tengah menunggu jemputan keluarga atau jadwal perjalanan lanjutan.

Salah satu Lounge PMI yang banyak diminati ialah pada area Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soetta lantaran kerap dijadikan titik temu awal sebelum ratusan PMI bekerja di luar negeri secara prosedural.

"Kami hadir untuk memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia bisa mendapat perlindungan dan pelayanan terbaik hingga sampai ke daerah asal," sambungnya.

Beragam layanan dan fasilitas yang diberikan tersebut hadir demi memberi kemudahan bagi pekerja migran yang bekerja di luar negeri sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Sebab maraknya aksi percobaan berangkat ke luar negeri untuk bekerja secara ilegal kerap dijadikan masyarakat sebagai modus untuk meninggalkan Tanah Air.

Sebagai bandara terbesar se-Indonesia, Soekarno-Hatta menjadi favorit utama para PMI ilegal pergi ke luar negeri.

Menurut Budi, terkait pencegahan penempatan ilegal pihaknya berkolaborasi dengan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta. 

"Berdasarkan data, sebagian besar calon PMI yang tidak memiliki kelengkapan dokumen untuk bekerja itu, terjaring di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta," terangnya.

Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana menjelaskan, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus selama periode ibadah haji 1447 Hijriah.

Satgas khusus bertugas mengantisipasi adanya calon jemaah haji yang tidak terdaftar namun ingin ikut serta berangkat ke Tanah Suci.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved