Senin, 27 April 2026

Pabrik Limbah Plastik di Tigaraksa Diduga Picu ISPA pada Bayi, Warga Mengeluh

Polusi udara yang timbul dari pembakaran limbah plastik itu juga dinilai sangat mengganggu kenyaman dan kesehatan warga sekitar. 

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
ASAP PEMBAKARAN LIMBAH - Kepulan asap hasil pembakaran limbah plastik di PT Tiraplas Inti Kreasi dikeluhkan warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (21/10/2025). (Tribuntangerang.com/Nurmahadi)  

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, TIGARAKSA - Bau menyengat imbas pembakaran pabrik plastik PT Tiraplas Inti Kreasi dikeluhkan warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Polusi udara yang timbul dari pembakaran limbah plastik itu juga dinilai sangat mengganggu kenyaman dan kesehatan warga sekitar. 

Warga sekitar Wahyudin mengatakan bau menyengat tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas.

Bahkan kata Wahyudin, seorang bayi dilaporkan harus dirawat di rumah sakit akibat diduga terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh asap pabrik.

"Baunya sangat menyengat, terutama pada malam hari. Anak saya sampai sesak napas dan batuk-batuk akibat menghirup asap dengan bau pekat dari pabrik," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (21/10/2025). 

Tak hanya itu pabrik yang telah beroperasi selama setahun tersebut letaknya sangat dekat dengan rumah ibadah Vihara dan dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bangunan pabrik yang hanya berdinding seng seadanya juga tidak dilengkapi cerobong asap, menyebabkan asap dari proses pembakaran biji plastik menyebar ke lingkungan sekitar.

Baca juga: Warga Balaraja Keluhkan Polusi Udara Diduga Limbah B3 Imbas Aktivitas Pabrik Peleburan Logam 

Menanggapi keluhan warga, Kepala produksi pabrik, Luis mengaku tidak tahu dan menyatakan bahwa masalah perizinan adalah wewenang atasannya. 

"Soal izin juga itu bos saya yang tahu, saya cuma pekerja dan sekarang bos saya sedang tidak ada di tempat. Jika ingin bertemu, silakan bersurat dulu," paparnya. 

Di samping itu Sekretaris Desa Sodong, Dendi mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik tersebut sekitar dua minggu lalu setelah menerima laporan dari warga.

"Sudah kami sidak sekitar dua minggu lalu, kami datangi setelah ada keluhan dari warga karena yang terdampak ini kan warga kami," katanya. 

Dendi menambahkan pihaknya juga yLh meminta perusahaan untuk menunjukkan bukti izin operasionalnya, namun hingga kini belum ada respons. 

"Pihak perusahaan memang mengatakan akan membuat cerobong asap dan akan menunjukan izinnya, tapi sampai sekarang belum ada," ujarnya. (m41) 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved