Setahun Kepemimpinan Maesyal–Intan, Muhamad Amud Nilai Program Pemkab Sudah 'On The Track'
Amud mengatakan secara kelembagaan DPRD merupakan tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, keluhan dan pendapat.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TIGARAKSA - Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menilai satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, berjalan sesuai dengan visi dan misi yang dijanjikan saat Pilkada.
Amud mengatakan secara kelembagaan DPRD merupakan tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, keluhan dan pendapat.
Namun di sisi lain, DPRD juga menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Sebagai lembaga legislatif yang punya tiga fungsi, tentu kami melakukan pengawasan. Banyak hal yang kita lakukan secara normatif, kita lihat dari sisi kebijakan dan program pemerintah daerah,” ujar Amud kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
Politisi Partai Golkar itu juga menjelaskan dalam satu tahun terakhir, pihaknya melihat program Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah berada di jalur yang tepat atau on the track.
Baca juga: Program Mudik Gratis Pemkab Tangerang akan Segera Dibuka, Cek Kuota dan Rutenya!
Terutama dalam merealisasikan visi dan misi yang sebelumnya disampaikan saat kampanye Pilkada dan kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Beliau melaksanakan program visi misi yang disampaikan saat kampanye lewat RPJMD. Ini kan janji politik yang sudah direalisasikan dan kami mengkaji itu. Kalau sudah sesuai tentu kami harus memberikan persetujuan,” ucapnya.
Untuk sektor pendidikan, Amud mengatakan alokasi anggaran sudah mencapai lebih dari 26 persen dari total APBD, melampaui ketentuan minimal 20 persen.
Baca juga: Tindaklanjuti Perintah Prabowo di Rakornas soal Sampah, Pemkab Tangerang Lakukan Langkah Ini
Sementara untuk sektor kesehatan, anggaran yang dialokasikan berada di kisaran 24 hingga 25 persen, di atas ketentuan mandatory spending sebesar 10 persen.
“Perlu diketahui masyarakat, pemerintah daerah cukup besar menganggarkan pendidikan dan kesehatan. Mandatorinya 20 persen untuk pendidikan, kita sudah 26 persen lebih. Kesehatan mandatory-nya 10 persen, kita sudah di atas 20 persen,” jelasnya.
Selain dua sektor tersebut, Amud juga menyebut berbagai program infrastruktur terus dijalankan.
Meski demikian, dia mengakui masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, termasuk kondisi jalan yang belum sepenuhnya diperbaiki.
“Kalau untuk memenuhi harapan masyarakat 100 persen, memang kami harus terus bekerja keras. Harapan masyarakat itu banyak dan berbeda-beda. Semua harus berproses dan tentu harus dianggarkan,” ungkapnya. (m41)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Konflik Global Bayangi Ketahanan Pangan, Noer Hassan Wirajuda Dorong Indonesia Perkuat Kemandirian |
|
|---|
| Hadapi Pelemahan Rupiah, Pemkab Tangerang Fokus Cegah Inflasi dan PHK |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, Pemkab Tangerang Temukan Sapi Terjangkit PMK di Panongan dan Rajeg |
|
|---|
| PSEL TPA Jatiwaringin Ditarget Masuk Lelang Juni 2026, Pemkab Tangerang Siapkan Proyek Mandiri |
|
|---|
| SPMB 2026 Kabupaten Tangerang Siap Digelar, Pemkab Pastikan Transparan dan Tanpa Pungutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Kabupaten-Tangerang-Muhamad-Amud-896.jpg)