Makan Bergizi Gratis
Koordinator SPPG Kabupaten Tangerang Buka Suara Soal Menu MBG Minimalis
Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tangerang tengah menjadi perhatian masyarakat karena menu yang dibagikan dinilai terlalu sederhana.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Tangerang tengah menjadi perhatian masyarakat karena menu yang dibagikan dinilai terlalu sederhana.
Sejumlah penerima manfaat menganggap porsi makanan yang diberikan belum mencukupi kebutuhan gizi mereka.
Sorotan itu mencuat setelah foto dan video menu MBG tersebar luas di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, warga menyampaikan keluhan karena paket makanan hanya berisi susu kotak, kacang, dan pisang.
Unggahan lain juga menyoroti menu MBG di SDN Sukamulya 2 Kabupaten Tangerang yang disebut hanya terdiri dari roti, kacang, pisang, serta telur puyuh.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki menyatakan pihaknya akan segera melakukan pembenahan terhadap komposisi menu yang dibagikan kepada para penerima manfaat.
"Saya turut prihatin dengan adanya menu yang terjadi dalam artian menu minimalis, saya selaku koordinator meminta maaf atas ketidaknyamanan, pastinya kita terus melakukan perbaikan dan evaluasi dari setiap kejadian," katanya kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Terkait isu ketidaksesuaian harga per porsi MBG, Priyo menjelaskan menu sederhana tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah bahan pokok selama Ramadan, seperti telur, kurma, dan susu.
Kondisi ini berdampak pada perhitungan anggaran dalam penyediaan makanan oleh SPPG.
Lebih lanjut, ia menyampaikan anggaran MBG ditetapkan minimal Rp8.000 per porsi untuk balita serta siswa kelas 1 hingga 3 SD.
Sementara itu, untuk siswa kelas 4 hingga 6 SD, SMP, SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui, alokasinya sebesar Rp10.000 ribu per porsi.
Sebagai upaya pencegahan agar polemik serupa tidak kembali terjadi, Priyo menegaskan pihaknya meminta seluruh SPPG di Kabupaten Tangerang untuk mencantumkan label harga pada setiap item makanan yang dibagikan.
"Kami juga antisipasi dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan penjrlasan ke orang tua atau wali murid agar mengetahui harga per item menu tersebut," ucapnya. (m41)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| BGN Minta Maaf Atas Dugaan Keracunan MBG Siswa di Pondok Kelapa Jaktim |
|
|---|
| Mensos Pastikan 300.000 Lansia Bakal Terima MBG, Begini Mekanisme Penyalurannya |
|
|---|
| Dapur MBG Jadi Sorotan, DPR Minta Pengawasan Ketat Program Makan Gratis |
|
|---|
| DPR RI Sebut Pembangunan SPPG dan Dukungan Masyarakat Jadi Kunci Optimalnya Program MBG di Banten |
|
|---|
| Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program MBG di Serang, Pembangunan Dapur SPPG Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/MBG-MINIMALIS-577575.jpg)