Kamis, 18 Juni 2026

Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pemkab Tangerang Siapkan Evaluasi Anggaran Kendaraan Dinas

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali kebutuhan anggaran kendaraan dinas dan layanan operasional lainnya.

Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
KENDARAAN DINAS - Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (15/6/2026). (Tribuntangerang.com/Nurmahadi)  

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax diperkirakan akan berdampak pada belanja operasional Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali kebutuhan anggaran kendaraan dinas dan layanan operasional lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengakui kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter membuat perencanaan anggaran yang telah disusun sebelumnya perlu dikaji ulang.

"Yang jelas kita belum siap dengan kenaikan ini. Perubahan ini juga belum sempat kami bahas lebih lanjut," ujar Soma kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurutnya dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan kendaraan dinas pejabat, tetapi juga armada pelayanan publik yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi.

Baca juga: Tak Hanya BBM Harga Sembako di Pasar Gudang Tigaraksa Ikut Meroket, Omzet Pedagang Turun 20 Persen

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kendaraan operasional pengangkut sampah yang selama ini menggunakan Dexlite untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

"Walaupun BBM subsidi tidak naik, kendaraan operasional pemerintah memang diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi," katanya.

Soma menjelaskan Pemkab Tangerang sebelumnya telah menerapkan sejumlah langkah efisiensi, termasuk penggunaan kendaraan hybrid dan sistem sewa kendaraan dinas untuk menekan pengeluaran operasional.

Meski demikian kenaikan harga BBM terbaru dinilai tetap berpotensi meningkatkan beban belanja daerah.

Karena itu pemerintah akan menghitung kembali kebutuhan anggaran operasional yang kemungkinan dibahas dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2026.

"Nanti akan kami hitung kembali kebutuhan anggarannya. Kemungkinan pembahasannya dilakukan saat penyusunan ABT 2026," ujarnya. (m41) 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved