Minggu, 12 April 2026

Kesehatan

Vape Tidak Lebih Aman dari Rokok Konvensional, Ada Bahaya Tersembunyi yang Mengintai

Namun,  faktanya, vape juga memiliki kandungan yang membahayakan tubuh. 

|
Editor: Joseph Wesly
Shutterstock
Ilustrasi vaping. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Banyak orang yang beranggapan merokok Vape sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional.

Alasannya karena vape tidak melibatkan proses pembakaran layaknya rokok konvensional yang menghasilkan asap.

Namun,  faktanya, vape juga memiliki kandungan yang membahayakan tubuh. 

Pengajar di Departemen Pulmonologi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) dr. Aditya Wirawan, Ph.D., Sp.P mengatakan vape tidak boleh dianggap lebih aman dari rokok konvensional.

Beberapa bahan toksik pada rokok konvensional tidak terdapat pada vape dan beberapa zat toksik pada vape tidak terdapat pada rokok konvensional.

“Namun, ini tidak membuat vape aman. Para ilmuwan masih mempelajari lebih lanjut tentang efek kesehatan jangka pendek dan jangka panjang dari penggunaan vape,” ujar dr. Aditya dikutip dari Antara, Sabtu (1/6/2024).

Lebih lanjut dr. Aditya mengatakan, penggunaan vape atau rokok elektrik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

Iritasi saluran napas: gangguan pada pernapasan yang mengakibatkan radang tenggorokan, batuk, hifung meler atau pampat, dan pilek

Bronkitis akut: peradangan dan iritasi akit pada saluran udara (bronkis) yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): masalah kronis yang menyerang paru-paru sehingga menghalangi aliran udara dan membuat seseorang kesulitan bernapas

E-cigarette or Vaping Associated Lung Injury (EVALI): cedera paru akibat penggunaan produk rokok elektrik.

Dokter spesialis paru di RSUI tersebut menjelaskan, kasus EVALI dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan sebagai efek samping memakai vape.

Adapun waktu yang diperlukan seseorang untuk merasakan efek samping vape bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti sensitivitas individu terhadap nikotin dan seberapa banyak menghirup dari vape.

Beberapa efek dapat dirasakan secara cepat setelah menghirup uap dari vape, terutama jika uap tersebut mengandung nikotin.

Efek-efek tersebut dapat muncul dalam hitungan detik hingga menit setelah inhalasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved