Senin, 8 Juni 2026

Kesehatan

Upaya Mahasiswa UIN Jakarta Tingkatkan Kesadaran Warga Serpong tentang TBC

Meilani Dwiky mengungkapkan program ini dirancang sebagai upaya edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TBC

Tayang:
Tribuntangerang.com/Dokumentasi mahasiswa UIN JAKARTA
CEGAH TBC DI SERPONG - Gerakan Mahasiswa PBL UIN Jakarta Atasi Tuberkulosis dengan kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengurangi stigma terhadap penderita TBC (Dokumentasi mahasiswa UIN JAKARTA)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kelompok 14 PBL Serpong II menggelar program intervensi kesehatan bertajuk Serpong Inisiatif Gerakan Atasi Tuberkulosis.

Acara ini mengusung tema “AWARE: Aksi Warga Atasi, Respon, dan Eliminasi Tuberkulosis" berlangsung di Balai Warga RT 07/002, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (2/2/2026).

Ketua Pelaksana SIGER TBC, Meilani Dwiky Nurzahwa mengungkapkan program ini dirancang sebagai upaya edukatif dan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TBC sekaligus mengikis stigma negatif yang masih melekat di tengah warga.

Mengapa memilih wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan?

Ia mengungkapkan pemilihan lokasi tidak terlepas dari kondisi Kota Tangerang Selatan yang hingga kini masih tergolong dalam “zona merah” peta sebaran tuberkulosis di Indonesia.

Meilani mengatakan menurut hasil Survei Cepat Epidemiologi (SCE) yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan 52,9 persen warga RW 02 masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang TBC, sementara 62,75 % warga menunjukkan stigma negatif terhadap penderita TBC.

Oleh karena itu, lanjut Meilani, kegiatan ini difokuskan pada perubahan cara pandang masyarakat.

"Kegiatan ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat agar tidak menjauhi pasien TBC serta memberikan gambaran pengetahuan yang lebih komprehensif tentang penyakit ini,” ujar Meilani kepada TribunTangerang.com, Kamis (5/2/2026).

Hal senada disampaikan Dosen Pembimbing Fakultas, Narila Mutia yang menekankan TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan secara tuntas jika ditangani dengan tepat.

"Penderita TBC tidak seharusnya dijauhi karena pada dasarnya semua penderita bisa sembuh. Oleh karena itu, mari kita hilangkan stigma terhadap mereka,” ujar Narila.

Baca juga: 2.564 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Tangerang, Dinkes Sebut 68 Persen Terjadi di Usia Produktif 

Ia menjelaskan dalam acara peserta dibekali pemahaman mengenai cara penularan TBC yang terjadi melalui udara, khususnya lewat percik renik (droplet) saat penderita batuk atau bersin.

Baginya, edukasi akan menekankan pentingnya prinsip TOSS TBC (Temukan penderita sedini mungkin, Obati dengan obat TBC Sampai Sembuh), serta informasi pengobatan TBC tersedia gratis di puskesmas dan harus dijalani secara rutin selama minimal enam bulan.

Narila menyebut program SIGER TBC menyoroti peran strategis kader kesehatan Kelurahan Serpong sebagai garda terdepan dalam pemantauan dan pendampingan kasus TBC di masyarakat. 

Sementara itu, pihak Puskesmas Serpong II, Yuni Kartika  mengingatkan pentingnya sikap empati dalam penanganan penyakit ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved