Jumat, 1 Mei 2026

Kesehatan

Susah Tidur dan Deg-Degan? Jangan Anggap Sekadar Lelah

Emilya Kusnaidi mengatakan sejumlah tanda yang seharusnya menjadi perhatian. Salah satunya adalah gangguan tidur yang terjadi secara berulang.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Lung and Sleeps Specialists
ILUSTRASI GANGGUAN TIDUR - Banyak orang kerap menganggap rasa lelah dan tidak nyaman sebagai kondisi biasa akibat aktivitas padat, padahal gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan kecemasan yang sering tidak disadari. 

Laporan Wartawan
Tribuntangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PAGEDANGAN - Banyak orang kerap menganggap rasa lelah dan tidak nyaman sebagai kondisi biasa akibat aktivitas padat, padahal gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan kecemasan yang sering tidak disadari.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengabaikan kondisi tubuh dan pikiran mereka sendiri. Rasa lelah, sulit tidur, atau gelisah kerap dianggap sebagai hal biasa akibat aktivitas yang padat.

Sepesial Kedokteran Jiwa Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong Emilya Kusnaidi mengatakan sejumlah tanda yang seharusnya menjadi perhatian. Salah satunya adalah gangguan tidur yang terjadi secara berulang.

"Kalau biasanya kita bisa tidur dengan mudah, tapi tiba-tiba jadi susah tidur karena pikiran terus berjalan, itu perlu diwaspadai,” ujar Emilya di Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (1/5/2026).

Tidak hanya sulit tidur, sebagian orang juga mengalami tidur yang tidak nyenyak. Mereka terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk kembali terlelap karena pikiran yang terus aktif.

“Sering kali pasien bilang, mereka bangun jam dua atau tiga pagi, lalu kepikiran lagi dan tidak bisa tidur,” jelasnya.

Baca juga: Lansia di Tangsel Kini Bisa Cek Kesehatan dan Mental di Pos Lansia Terpadu

Selain itu, gejala fisik kerap muncul tanpa disadari sebagai bagian dari kecemasan. Misalnya jantung berdebar, keringat berlebih, hingga rasa mual.

“Gejala fisik ini sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau masalah kesehatan lain,” kata Emilya.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang justru memeriksakan diri ke berbagai dokter umum tanpa menemukan penyebab yang jelas. Padahal, sumbernya bisa berasal dari kondisi psikologis.

"Banyak yang sudah ke dokter penyakit dalam atau THT, tapi hasilnya normal. Padahal itu bisa jadi kecemasan,” ungkapnya.

Emilya Kusnaidi 89
ILUSTRASI GANGGUAN TIDUR -Sepesial Kedokteran Jiwa Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong Emilya Kusnaidi mengatakan sejumlah tanda yang seharusnya menjadi perhatian. Salah satunya adalah gangguan tidur yang terjadi secara berulang.

Lebih jauh, kecemasan yang tidak disadari juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Seseorang bisa mulai menghindari pekerjaan, pertemuan, atau aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan.

“Kalau sudah sampai menghindari aktivitas karena merasa tidak nyaman atau cemas, itu tanda yang perlu diperhatikan,” tegasnya.

Sayangnya, kondisi tersebut sering kali tetap dianggap sepele. Banyak orang memilih menganggapnya sebagai kelelahan atau stres biasa tanpa mencari tahu lebih lanjut.

“Karena dianggap capek saja, akhirnya tidak ditangani dengan tepat,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved