Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Generasi Z Bekerja di Dapur SPPG Rawa Burung 1
Program skala prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis atau MBG tengah mendapat sorotan beragam kalangan masyarakat.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Program skala prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis atau MBG tengah mendapat sorotan beragam kalangan masyarakat.
Selain menyediakan menu makan siang bergizi untuk pelajar tingkat SD sampai SMA, terobosan itu juga diperbincangkan lantaran mampu menyerap tenaga kerja melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak sedikit anak muda dari kalangan Generasi Z ikut serta menjadi tim dapur yang terbagi dalam beberapa posisi, seperti halnya Alya (22) yang bekerja di SPPG Rawa Burung 1 sebagai seorang Ahli Gizi.
Alya mengaku bekerja pada SPPG yang berlokasi di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut merupakan pengalaman pertama baginya.
"Saya baru lulus dan pertama kali bekerja dan itu langsung di sini, awalnya sih seperti pencari kerja pada umumnya ya liat ada lowongan sesuai jurusan saya lalu kirim lamaran dan Alhamdulillah enggak lama kemudian direspon," kata dia saat diwawancarai TribunTangerang.com, Senin (15/12/2025).
Setelah menjalani seleksi selama dua pekan, Alya rupanya memenuhi kualifikasi lalu dinyatakan diterima bekerja sebagai ahli gizi di SPPG yang bertugas menyusun perencanaan menu makanan bagi ribuan pelajar.
Baca juga: SPPG Rawa Burung 1 Salurkan MBG untuk 1.558 Pelajar, Polresta Soetta Turunkan Tim Khusus Uji Makanan
Ilmu yang dipelajari selama di perguruan tinggi rupanya memberi hasil positif, warga Kota Tangerang itu telah memiliki sejumlah sertifikasi yang dilampirkan sebagai syarat.
"Kebetulan pekerjaan ini sesuai jurusan kuliah, jadi lumayan menguasai syarat-syarat yang ditetapkan salah satunya memiliki Sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk ahli gizi atau dapur pangan dalam pengolahan makanan," sambungnya.
Di SPPG Rawa Burung ia merancan menu makanan yang akan dibuat setiap harinya sesuai dengan kandungan gizi yang dimiliki setiap lauk. Setelah menu telah ditetapkan, informasi diterukan ke petugas untuk dibelanjakan ke pasar lalu dilakukan pengolahan hingga rampung.
Selama proses tersebut ahli gizi diwajibkan berada di dalam dapur mengawasi setiap pekerjaan masing-masing petugas baik yang memotong, memberi bumbu, menggoreng hingga menyajikan makanan.
"Jam pekerjaan saya memang agak terbalik dari pada umumnya karena harus datang dari sore hari untuk memperhatikan kebersihan dapur, malam hari mengontrol makanan yang dimasak sampai didistribusi ke sekolah-sekolah," ungkapnya.
"Karena porsi makanan yang disajikan disini berbeda-beda, untuk siswa TK sampai kelas 3 SD itu porsi kecil, lalu porsi besar dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMA," paparnya.
Baca juga: Sentuhan Nanik Sudaryati Deyang: MBG Jadi Harapan Ekonomi Ibu-Ibu dan Usaha Kecil
Kemudian kalangan Gen Z lainnya yang menjadi relawan di SPPG tersebut ialah Hilwi Aulia yang bertugas memasak menu yang akan disajikan setiap pagi.
Wanita berusia 20 tahun itu mengaku mendapat informasi lowongan bekerja sebagai relawan SPPG dari warga yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
| Power Rangers Bagikan MBG di SDN 4 Cikupa Tangerang, Puluhan Siswa Antusias |
|
|---|
| Surat Cinta dari Siswa di Ompreng MBG Jadi Bara Semangat SPPG Jambe Sajikan Menu Terbaik |
|
|---|
| SPPG Rawa Burung 1 Salurkan MBG untuk 1.558 Pelajar, Polresta Soetta Turunkan Tim Khusus Uji Makanan |
|
|---|
| Sentuhan Nanik Sudaryati Deyang untuk Kalibaru: Negara Hadir Pulihkan Luka Batin Anak |
|
|---|
| Sentuhan Nanik Sudaryati Deyang: MBG Jadi Harapan Ekonomi Ibu-Ibu dan Usaha Kecil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/SPPG-Rawa-Burung-1-Desa-Rawa-Burung-505.jpg)