Event

Menyaksikan Antrean Mimpi di Booth Casting JAFF Market

Booth Asosiasi Casting Indonesia menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi di JAFF Market tahun ini.

|
Editor: Mochammad Dipa
Istimewa
Booth Asosiasi Casting Indonesia menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi di JAFF Market tahun ini yang digelar pada 29 November – 1 Desember 2025 lalu di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. 

Ditulis oleh:

Dlia Luzain Deani

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina

TRIBUNTANGERANG.COM, YOGYAKARTA - Booth Asosiasi Casting Indonesia menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi di JAFF Market tahun ini yang digelar pada 29 November – 1 Desember 2025 lalu di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Kehadiran booth tersebut menarik perhatian beragam kalangan, mulai dari mahasiswa teater, aktor pemula, hingga pengunjung yang baru ingin memahami proses kerja industri film, khususnya bidang casting.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Asosiasi Casting Indonesia membuka booth secara resmi di area market industri. 

Sepanjang penyelenggaraan JAFF Market, pengunjung memanfaatkan booth tersebut sebagai ruang diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai mekanisme kerja casting, persiapan aktor, hingga etika profesional di industri film.

Kehadiran booth casting di ruang industri seperti JAFF Market menandai satu hal penting akses terhadap dunia film kini terasa semakin dekat.

Selama ini, proses casting kerap dipersepsikan sebagai ruang tertutup. Tidak banyak ruang dialog langsung antara calon aktor dan para profesional casting yang dapat menjelaskan proses kerja secara terbuka.

Informasi beredar dari mulut ke mulut, kesempatan terasa terbatas, dan pintu masuk industri seolah hanya terbuka bagi mereka yang sudah memiliki jejaring. 

Dalam kajian industri budaya dan media, proses seleksi aktor dapat dipahami sebagai bentuk gatekeeping, yakni mekanisme penyaringan yang menentukan siapa yang memperoleh akses masuk ke dalam sistem produksi film.

Selama bertahun-tahun, proses ini kerap bersifat informal dan tertutup, sangat bergantung pada jejaring, reputasi, serta kedekatan personal.

Kehadiran booth Asosiasi Casting Indonesia di JAFF Market, yang untuk pertama kalinya hadir secara resmi, menandai pergeseran penting dalam praktik gatekeeping tersebut dari yang sebelumnya eksklusif menuju lebih terbuka, publik, dan terinstitusionalisasi.

Hal ini menunjukkan satu fakta penting bahwa minat terhadap profesi aktor di Indonesia terus tumbuh.

Dunia film dipandang sebagai ruang ekspresi sekaligus peluang karier yang semakin mungkin diakses.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved