Terendam Banjir, Jalan KH Hasyim Ashari Macet Panjang Mengular Hingga 3 Kilometer
kemacetan mengular hingga sepanjang 3,6 Kilometer (km) mulai dari mulai Jalan KH Mas Mansyur hingga perempatan lampu merah Ciledug.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan, TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, CILEDUG - Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang terendam banjir nyaris setinggi sati meter pasca hujan deras yang melanda sejumlah wilayah sejak Kamis (22/1/2026) kemarin.
Salah satunya ialah jalur penghubung Kota Tangerang menuju Kota Tangerang Selatan dan Ibu Kota DKI Jakarta yaitu pada Jalan KH Hasyim Ashari, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.
Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com sejak Jumat (23/1/2026) pagi kemacetan mengular hingga sepanjang 3,6 Kilometer (km) mulai dari mulai Jalan KH Mas Mansyur hingga perempatan lampu merah Ciledug.
Kemacetan panjang disebabkan oleh ruas Jalan KH Hasyim Ashari terendam setinggi 50 sentimeter (cm) tepatnya berada di depan Komplek Perumahan Ciledug Indah 1 hingga Perumahan Duren Village.
Banjir tersebut membuat ratusan kendaraan tidak yakin untuk melintas hingga banyak kendaraan yang memutar balik dari tengah ruas jalan.
Tidak sedikit pula pengendara roda dua atau sepeda motor memilih untuk mendorong motornya agar tidak mogok saat melintasi banjir. Proses tersebut dilakukan di tengah ruas jalan sehingga membuat kendaraan yang ada di belakang mereka memperlambat lajunya.
Banjir setinggi lutut orang dewasa itu membuat jalan ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda empat atau mobil.
Perlambatan arus lalu lintas juga semakin diperparah kendaraan mogok lantaran nekat menerobos banjir. Akibatnya warga sekitar membantu kendaraan yang tidak bisa menyala secara perlahan untuk menepi ke pinggir badan jalan.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Yudi Septian mengaku memilih kendaraannya dengan cara didorong agar dapat tetap melintas.
Pasalnya ruas Jalan KH Hasyim Ashari dinilai menjadi rute tercepat dalam perjalanannya dari tempat bekerja menuju kediamannya di Kecamatan Cipondoh.
Sebelum mendorong sepeda motor berwarna hitam miliknya, Yudi terlebih dahulu menutup lubang knalpot dengan segumpal plastik menghindari air masuk.
"Terobos saja udah pelan-pelan banjirnya, daripada harus cari jalan alternatif, makin jauh jarak perjalanannya," kata dia.
Sementara itu salah seorang warga sekitar, Resti menyebut, banjir telah terjadi sejak dini hari tadi sekira pukul 5.00 WIB akibat intensitas hujan yang turun tinggi.
"Hujan deras sudah mulai turun dari kemarin, karena hujannya enggak berhenti kira-kira abis mahrib jadinya banjir," ujar Resti kepada TribunTangerang.com.
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Senin 27 April 2026: Sebagian Berawan |
|
|---|
| SIM Keliling di Kota Tangerang Senin 27 April 2026, Ada Dua Lokasi |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Senin 27 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Sabtu 25 April 2026: Sebagian Berawan |
|
|---|
| SIM Keliling di Kota Tangerang Sabtu 25 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Macet-Banjir-Tangerang-353672.jpg)