Lalu Lintas di Jalan Hasyim Ashari Tangerang Semrawut, Macet Panjang Mengular 1 KM
Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang mengalami kemacetan pasca hujan deras yang melanda sejak Rabu (8/4/2026) siang.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, CILEDUG - Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang mengalami kemacetan pasca hujan deras yang melanda sejak Rabu (8/4/2026) siang.
Salah satunya ialah jalur penghubung Kota Tangerang menuju Kota Tangerang Selatan dan Ibu Kota DKI Jakarta yaitu Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com sejak pukul 17.00 WIB kemacetan mengular hingga lebih dari 1 Kilometer (km) mulai dari mulai kawasan Situ Cipondoh hingga menuju perempatan lampu merah fly over Cikokol.
Kemacetan panjang disebabkan oleh ruas Jalan KH Hasyim Ashari terendam setinggi 30 sentimeter (cm) tepatnya sekitar kolong tol Buaran Indah.
Banjir tersebut membuat ratusan kendaraan tidak yakin untuk melintas hingga banyak kendaraan yang memperlambat laju kendaraan mereka. Proses tersebut dilakukan di tengah ruas jalan sehingga membuat kendaraan yang ada di belakang mereka melambat.
Perlambatan arus lalu lintas juga semakin diperparah pada setiap persimpangan menuju pemukiman masyarakat. Saat satu jalur menuju Cikokol macet parah, kendaraan yang hendak masuk atau keluar dari gang menutup ruas jalan yang semula lancar.
Hingga akhirnya arus lalulintas semakin semrawut dan menjadi terhambat pada ke dua sisi-Nya baik menuju Cikokol dan juga Ciledug.
Selain itu terdapat lima titik banjir lainnya terdapat di sepanjang Jalan KH Hasyim Ashari seperti akses menuju Poris Plawad, Pasar Bengkok, hingga Situ Cipondoh.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Teja Standar mengaku telah terjebak macet lebih dari 30 menit. Akan tetapi sepeda motor yang dikendarai hanya berjalan beberapa meter saja.
"Kacau macetnya saya dari Karang Tengah mau pulang ke Panunggangan masa hampir satu jam enggak bisa keluar dari lokasi ini," ujar Teja kepada TribunTangerang.com.
Adapun perjalanan pulang kerja yang biasa ditempuh selama 30 menit kini menjadi lebih lama karena hujan deras membuat jalan banjir dan menimbulkan kemacetan panjang.
Pria berusia 32 tahun itu mengaku tidak mendapat opsi untuk melintasi jalan lain lantaran aplikasi petunjuk arah yang dipakainya banyak menunjukan kepatan lalu lintas.
Terlebih ruas Jalan KH Hasyim Ashari dinilai menjadi rute tercepat dalam perjalanannya dari tempat bekerja menuju kediamannya di Kecamatan Panunggangan Barat.
"Mau nyari jalan lintas juga makin parah karena gang kecil, Jalan KH Hasyim Ashari ini jalan besar tapi enggak jalan-jalan kendaraannya, kacau inimah," paparnya.
| Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi di Tangsel Usai Hujan Deras Disertai Angin |
|
|---|
| Jalan Puspiptek Tangsel Tergenang Banjir di Tengah Terik Matahari, Kok Bisa? |
|
|---|
| Banjir di Puspitek Tak Kunjung Surut, Pemkot Tangsel: Drainase Jalan Milik Provinsi |
|
|---|
| Luapan Kali Pesanggrahan Bikin Akses Alternatif Cinere Depok - Pondok Cabe Tangsel Lumpuh Total |
|
|---|
| Selain Drainase, Sampah Rumah Tangga Ternyata Perparah Banjir di Setu Tangsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Kemacetan-di-Cipondoh-849kj.jpg)