Selasa, 21 April 2026

Rawa Danau Cipondoh Tangerang Dulu Ramai Kini Sepi Pengunjung

Warga menceritakan bagaimana kondisi Rawa Danau Cipondoh dulu sangat berbeda dibandingkan sekarang. Kini kondisinya sudah sepi wisatawan.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
RAWA DANAU CIPONDOH - Rawa Danau Cipondoh Tangerang yang sempat viral dan ramai sejak 2013 kini mengalami penurunan pengunjung dan mulai terbengkalai setelah terdampak pandemi COVID-19 serta banjir berulang, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPONDOH - Rawa Danau Cipondoh di Kota Tangerang, Banten, pernah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Tempat ini bahkan sempat viral pada masa kejayaannya, terutama sekitar tahun 2013 hingga sebelum pandemi Covid-19.

Usuf Sulaiman, pedagang minuman yang sudah berjualan puluhan tahun di lokasi ini menceritakan bagaimana kondisi Rawa Danau Cipondoh dulu sangat berbeda dibandingkan sekarang.

“Dulu mah ini masih jalan juga masih kecil, belum lebar kayak begini. Belum ada saung lah hitungannya. Itu pun yang dagang orang sini,” ujar Usuf kepada TribunTangerang.com, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (13/4/2026).

Ia mengingat, pada masa awal pengembangan kawasan ini, aktivitas ekonomi warga lokal cukup hidup. Bahkan harga kopi saat itu masih sangat murah.

“Zaman kopi Rp1.500 per gelas,” katanya sambil mengenang masa lalu.

Menurutnya, kawasan ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2013 dengan adanya pembangunan saung-saung untuk pedagang dan area spot foto yang dikelola secara bersama oleh pengurus lingkungan.

“Warga sini ada pengajuan dari RT RW gitu, kerja sama. Jadi dia yang ngurus semua saung ini, buat para pedagang lah, biar ada penghasilan,” ungkapnya.

Pada masa puncak kejayaan, kawasan ini pernah sangat ramai dikunjungi wisatawan, terutama sebelum pandemi.

"Pas pembukaan itu rame, ramai orang. Pokoknya yang dari mana-mana itu pada datang,” ujarnya.

Namun, kondisi mulai berubah sejak pandemi Covid-19 melanda. Pembatasan aktivitas dan penutupan sementara membuat jumlah pengunjung menurun drastis.

“Begitu COVID, mulai itu agak drop. Jadi pas mulai COVID stabil, ini malah nggak stabil,” ujar Usuf.

Setelah pandemi berakhir, kondisi wisata ini tidak kembali seperti semula. Aktivitas wisatawan terus menurun, dan satu per satu pedagang mulai meninggalkan lokasi.

“Jadi pindah satu per satu. Barangnya tetap dari saung, cuma orangnya sudah nggak ada di sini,” jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved