Sabtu, 9 Mei 2026

Haji 2026

13 Tahun Menanti, Kisah Sri Mulyani Berangkat Haji Berkat Tabungan Hasil Dagang Nasi Uduk

Sri Mulyani, wanita berusia 56 tahun yang berhasil menunaikan ibadah haji berkat perjuangannya mengumpulkan sedikit demi sedikit pundi-pundi rupiah

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
JEMAAH HAJI -Sri Mulyani (kiri) dan sang suami Rokim (kanan), pedagang nasi uduk yang menunaikan ibadah haji setelah 13 tahun menanti saat diwawancarai TribunTangerang.com di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/4). (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro) 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Keberangkatan 393 warga Kota Tangerang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 1447 Hijriah melalui Bandara Soekaerno-Hatta menyimpan beragam kisah menarik yang menginspirasi banyak orang.

Seperti halnya Sri Mulyani, wanita berusia 56 tahun yang berhasil menunaikan ibadah haji berkat perjuangannya mengumpulkan sedikit demi sedikit pundi-pundi rupiah hasil dari berjualan nasi uduk.

Warga Kelurahan Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten itu akhirnya berhasil mewujudkan impian yang telah dinanti selama 13 tahun lamanya.

"Alhamdulillah sangat bersyukur kepada Allag karena momen yang saya tunggu-tunggu selama 13 tahun ini bisa diwujudkan lewat panggilan ibadah haji," ujar Sri saat diwawancarai di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (23/4/2026).

Istri dari Rokim itu tak kuasa menahan tangis bahagia saat menceritakan perjuangan menggapai mimpi menunaikan ibadah haji kepada TribunTangerang.com.

Sebab wanita paruh baya tersebut sempat mengalami kebingungan, keterpurukan dan hampir merasa putus asa mewujudkan keinginannya bisa berangkat ke Makkah, Arab Saudi lantaran keluar dari tempatnya bekerja dulu.

Padahal saat itu ia baru saja lima tahun mendaftar sebagai calon peserta haji. Akan tetapi setelah mengumpulkan tekad kuat dan berunding dengan sang suami, kesepakatan mengumpulkan pundi-pundi rezeki didapat lewat berdagang nasi uduk.

Seyum ramah yang terukir setiap melayani pelanggan, tidak berakhir mengecewakan. Perjuangannya setiap subuh bersiap demi menjajakan menu sarapan bagi para pekerja rupanya mampu menghantarkan perjalanan sampai akhir ke Tanah Suci. 

Di balik wajan dan lauk pauknya, tersimpan kisah panjang penuh keikhlasan dalam mengatur biaya kehidupan sehari-hari dalam rumah tangga dan tabungan ibadah haji.

Nominalnya memang tak besar, meski hanya menyisihkan uang Rp 10.000 hingga Rp 50.000 namun perempuan kelahiran tahun 1970 itu konsisten melakukannya selama delapan tahun.

Berkat ketekunan dan doa, pedagang yang akrab disapa Ibu Yani tersebut akhirnya bisa mewujudkan mimpinya dengan melunasi biaya pendaftaran haji pada Selasa (24/3/2026) lalu bertepatan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Saya dulu bekerja menjadi pegawai di suatu perusahaan, tapi tahun 2018 keluar dan melanjutkan aktivitas mencari nafkah dari jualan nasi uduk depan rumah," ungkapnya.

"Alhamdulillah meski sedikit-sedikit nabung hasil dagangan, ternyata bulan lalu sudah terkumpul dan cukup melunasi biaya haji saya dan suami tahun ini, rasanya senang dan bahagia sekali," sambungnya.

Kini Sri dan Rokim telah menuai kerja kerasnya selama belasan tahun, bahkan terpilih untuk berangkat haji melalui kloter pertama dari Provinsi Banten setelah menjalani embarkasi di Asrama Haji Cipondoh atau yang bernama Grand El Hajj.

Baca juga: Kloter Perdana Jemaah Haji Banten Berangkat ke Tanah Suci, Andra Soni Banggakan Asrama Grand El-Hajj

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved