Senin, 8 Juni 2026

SPMB 2026

Hadirkan 18.000 Kursi SD Negeri, Sachrudin Pastikan SPMB 2026 Tidak Ada Siswa Titipan

Sachrudin menegaskan, pelaksanaan SPMB di wilayahnya berjalan objektif dan transparan guna menutup ruang terhadap praktik pungutan liar

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Tribunnews.com/Gilbert Sem Sandro
PROGRAM GAMPANG SEKOLAH- Sachrudin (kedua dari kiri) didamping Asda II Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono (kanan) saat diwawancarai TribunTangerang.com di YONIF Mekanis 203/Arya Kemuning, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Selasa (25/11/2025). 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang menghadirkan kuota 18.000 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri dalam Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan, pelaksanaan SPMB di wilayahnya berjalan objektif dan transparan guna menutup ruang terhadap praktik pungutan liar maupun siswa atau siswi titipan.

"Saya pastikan SPMB di Kota Tangerang berjalan objektif, transparan, dan akuntabel agar tidak ada pungli dan tidak boleh ada titipan agar semua anak mendapat kesempatan yang sama," ujar Sachrudin kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

Seluruh alur penerimaan peserta didik baru di Kota Tangerang mulai dari proses pendaftaran, verifikasi dan validasi data dilakukan berbasis digital, daring dan terbuka sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Sekda Kota Tangerang Pastikan Pelayanan Publik Tidak Terkendala di Tengah Kebijakan WFH

Hal tersebut dilakukan guna memastikan verifikasi pelajar yang mendaftar berjalan bersih dan berintegritas demi meminimalisir potensi interaksi langsung yang berisiko menimbulkan praktik transaksional. 

Masyarakat bahkan diimbau untuk aktif mengawasi dan tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya pelanggaran atau kecurangan.

"Pendidikan adalah fondasi masa depan, maka dari itu harus dipastikan proses masuknya bersih agar bisa melahirkan generasi yang berkualitas dan berkarakter," terangnya.

Menurut dia, sistem yang telah dibangun selama ini merupakan praktik positif yang harus terus dijaga dan diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Hal ini menunjukkan bahwa komitmen dan sinergi mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adil dan transparan," terangnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menambahkan, kuota 18 ribu kursi jenjang SD Negeri yang disedikan tersebut tersebar pada seluruh sekolah pada 13 kecamatan dan 104 kelurahan se-Kota Tangerang. 

Kapasitas tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan dasar bagi masyarakat Kota Tangerang.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena prosesnya berjalan dengan baik dan seluruh data yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Kendati jumlah pendaftar diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu calon murid, masyarakat diminta tidak cemas apabila putra-putrinya belum memperoleh kursi di sekolah negeri.

Pemkot Tangerang juga telah bekerja sama dengan 63 sekolah swasta melalui program sekolah swasta gratis untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

"Bagi masyarakat yang belum berkesempatan masuk ke SD Negeri, tidak perlu khawatir karena Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan sekolah swasta gratis yang menjadi mitra pemerintah agar seluruh anak bisa mendapatkan layanan pendidikan," kata dia. (m28) 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved