Selasa, 7 April 2026

Konflik AS dan Iran

Iran Berkabung 40 Hari Usai Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Dilaporkan Wafat

Iran resmi memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari setelah pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan wafat atas serangan AS.

Editor: Joko Supriyanto
(wikipedia)
TOLAK BUNUH AYATOLLAH- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Trump disebut tidak mengizinkan Isreael membunuh Ayatollah Khamenei. (wikipedia) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Iran resmi memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari setelah pemimpin tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan wafat di tengah eskalasi konflik geopolitik yang memanas.

Kabar duka yang dikonfirmasi media pemerintah Iran ini langsung mengguncang stabilitas politik kawasan Timur Tengah dan memicu perhatian global terhadap arah kepemimpinan baru Republik Islam.

Meninggalnya Khamenei yang telah memimpin Iran sejak 1989 disebut sebagai momen krusial bagi masa depan negara tersebut, terutama di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. P

Pemerintah Iran pun menetapkan periode duka 40 hari sebagai bentuk penghormatan nasional, sekaligus menandai babak baru dinamika politik, keamanan, dan energi dunia yang berpotensi terdampak luas.

Pemerintah Iran juga secara resmi telah mengkonfirmasi gugurnya Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel ke kediamannya, Sabtu pagi (28/2/2026). Berikut pernyataan pemerintah Iran.

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan." (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)

Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!

Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.

Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.

Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia.

Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.

Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.

Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.

Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved