Jumat, 10 April 2026

Narapidana Koruptor di Indonesia Bakal Dibuatkan Lapas Khusus

Menteri Imipas, Jenderal (Purn) Agus Andrianto mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus selesaikan 13 pembangunan Lapas di Indonesia

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Joko Supriyanto
(TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro)
TAWARKAN LAHAN- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andriarto saat diwawancarai awak media di Lapas Pemuda Kelas IIA, Buaran Indah, Kota Tangerang, Jumat (15/7/2025). Agus menawarkan lahan Kemen Imipas untuk mendukung program Sekolah Rakyat dan MBG. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) berencana membangun Lapas khusus para koruptor sesuai keinginan dari Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran.

Menteri Imipas, Jenderal (Purn) Agus Andrianto mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus selesaikan 13 pembangunan Lapas di Indonesia.

"Ada tujuh yang sudah kami bangun dari rencana 13 yang kami akan selesaikan. Kalau bisa ditahun ini selesai," kata Agus di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Rabu (27/8/2025).

Agus menerangkan, untuk pembangunan Lapas khusus para koruptor, masih dalam tahap pembagasan di Kementerian Keuangan RI.

Ia mengaku, dalam pembangunan Lapas di Indonesia harus melibatkan kementerian lain agar fasilitasnya memadai untuk warga binaan.

"Kementerian Perhubungan, kemudian Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan. Karena kan harus dibangun dulu. Nanti yang bangun dermaga adalah dari Kementerian Perhubungan," jelas Agus.

Agus melanjutkan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (KPKP) dilibatkan pembangunan fasilitas di dalam Lapas.

Kementerian Kesehatan, lanjut Agus, juga dilibatkan dalam pembangunan rumah sakit di dalam Lapas untuk melayani warga binaan.

"Nah, kami nanti akan membangun khusus untuk fasilitas lembaga pemasarakatannya dan ini sedang kami susun," tegasnya.

Agus belum tahu kapan wacana pembangunan Lapas khusus koruptor ini bisa direalisasikan karena tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Dalam pembangunan Lapas pastinya harus membutuhkan anggaran yang cukup besar demi memenuhi semua fasilitas bagi warga binaan.

"Enggak bisa selesai satu tahun. Ini kami sedang rencanakan dan mudah-mudahan tahun ini mungkin untuk studi kelayakan sudah kita ajukan anggarannya," imbuhnya. (m26)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved