Jumat, 12 Juni 2026

Pramono Anung Ingatkan Wali Kota di Jakarta Tidak Pergi ke Luar Negeri

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta kepada Wali Kota di Jakarta tidak melakukan perjalanan keluar negeri menidaklanjuti instruksi Mendagri.

Tayang:
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
GUBERNUR JAKARTA - Pramono Anung bakal fokus pemasangan Closed-Circuit Television (CCTV) di wilayah RT-RW hingga taman dibuka 24 jam usai Lebaran 2025. Hal tersebut disampaikan Pramono usai acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari Jakarta, Jakarta Barat pada Sabtu (22/3/2025) malam.(Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang disampaikan dalam rapat koordinasi bersama kepala daerah se-Indonesia secara daring.

“Kami mengapresiasi arahan yang disampaikan Mendagri. Jakarta menjadi salah satu provinsi yang hadir lengkap dalam rapat tersebut. Semua wali kota dan pejabat terkait memahami instruksi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan tertib sekaligus menenangkan masyarakat,” ungkap Pramono dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut Mendagri Tito memberikan sejumlah arahan, antara lain menunda sementara perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah, mengurangi acara selebrasi berlebihan yang bersifat hura-hura atau menunjukkan kemewahan, serta menjaga komunikasi publik pejabat daerah agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Pramono menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga Jakarta. 

Baca juga: Pernyataan Maaf Eko Patrio dan Uya Kuya Kepada Publik: Janji Lebih Bijak

Selain internal Pemprov DKI, pihaknya juga akan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI serta organisasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan ibu kota.

“Menjaga Jakarta tidak cukup hanya dilakukan Pemprov DKI, tetapi juga perlu keterlibatan publik. Karena itu, kami akan menggelar rapat Forkopimda, yang tidak boleh diwakilkan, semua harus hadir. Kami juga akan berkoordinasi dengan pimpinan ormas, baik kepemudaan, keagamaan, maupun lainnya, untuk bersama-sama menjaga Jakarta,” jelasnya.

Pramono menegaskan, kegiatan keagamaan tetap diperbolehkan berlangsung. Namun, sejumlah acara selebrasi berskala besar dibatalkan, termasuk Karnaval Budaya yang semula dijadwalkan pada Minggu (31/8) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

“Menjaga Jakarta tidak cukup hanya dilakukan Pemprov DKI, tetapi juga perlu keterlibatan publik. Karena itu, kami akan menggelar rapat Forkopimda, yang tidak boleh diwakilkan, semua harus hadir. Kami juga akan berkoordinasi dengan pimpinan ormas, baik kepemudaan, keagamaan, maupun lainnya, untuk bersama-sama menjaga Jakarta,” jelasnya.(m27)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved