Sabtu, 11 April 2026

Reshuffle Kabinet Prabowo

5 Menteri Prabowo Kena Reshuffle Kabinet pada 8 September 2025, Ada Sri Mulyani dan Budi Arie

Sebanyak lima Menteri Prabowo Subianto kena reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025). Dari nama-nama itu ada nama Sri Mulyani dan Budi Arie.

|
Editor: Joko Supriyanto
kolase tribun
Budi Arie dan Sri Mulyani 

TRIBUNTANGERANG.COM - Sebanyak lima Menteri Prabowo Subianto kena reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025). Dari nama-nama itu ada nama Sri Mulyani dan Budi Arie.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Istana Negara pada Senin (8/9/2025).

"Pada sore hari ini, sekaligus bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan kabinet merah putih pada jabatan beberapa Kementerian," kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo Hadi merinci beberapa nama Menteri yang kena reshuffle kabinet, diantaranya Menko Polhukam, Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dan Menpora, Dito Ariotedjo

Disampaikan oleh Prasetyo Hadi, jika ada beberapa pertimbangan dalam reshuffle kabinet merah putih pada hari ini.

"Pertimbangan banyak ya, karena kan kita evaluasi terus menerus," katanya.

Ketika ditanya reshuffle kabinet dilakukan menginggat kondisi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Prasetyo Hadi justru menyebut ada beberapa hal yang tak disebutkan.

"Ya pokoknya macam-macam," katanya.

Rocky Gerung Sempat Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Pengamat politik Rocky Gerung beri desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan reshuffle kabinet.

Menurut Rocky Gerung, perombakan kabinet diperlukan untuk menyelaraskan arah pemerintahan dengan semangat sosialisme modern yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025).

Rocky Gerung beranggapan dengan dilakukan reshuffle kabinet akan membuka ruang kepemimpinan baru yang lebih progresif dan bersih.

"Karena itu harus ada reshuffle, lumpuhkan kabinet, isi dengan energi baru. Prinsip dasarnya," tegas Rocky dalam forum tersebut.

Rocky juga menilai kecil kemungkinan para menteri bersedia mengundurkan diri secara sukarela. Ia menyebut bahwa kepentingan politik dan ekonomi membuat mereka bertahan, meskipun anggaran negara kian terbatas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved