Selasa, 21 April 2026

Shell Kehabisan Bensin

Alasan SPBU Shell Kehabisan BBM, Karyawan Dirumahkan hingga Banting Stir Jualan Kopi

Diketahui produk SPBU Shell ini digandrungi konsumen pasca insiden adanya pertamax yang dioplos beberapa saat lalu di Depo Pertamina

Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
SHELL KEHABISAN BBM- SPBU Shell di Jalan Merpati Raya Nomor 80, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Pegawai SPBU banting stir jual kopi dan donat mengisi kekosongan waktu. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA- Belakangan ini SPBU Shell kerap kehabisan bakan bakar. Akibatnya pengguna SPBU Non Subdisi mengeluh karena sulit mendapatkan BBM berkualitas.

Diketahui produk SPBU Shell ini digandrungi konsumen pasca insiden adanya pertamax yang dioplos beberapa saat lalu di Depo Pertamina.

Akibatnya konsumen ramai-ramai hijrah dan memiliki menggunakan prododuk Shell yang dianggap lebih berkualitas.

Meski harga yang ditawarkan lebih mahal, namun tetap saja digandrungi oleh pengendara sepeda motor maumpun mobil.

Produk-produk yang ditawarkan SPBU Shell adalah:

  • Shell Super: Bensin dengan angka oktan RON 92, cocok untuk kendaraan sehari-hari.
  • Shell V-Power: Bensin dengan angka oktan RON 95, dirancang untuk kendaraan performa tinggi dengan teknologi pembersih mesin.
  • Shell V-Power Nitro+: Bensin beroktan tinggi (RON 98) dengan teknologi EURO 4, memberikan akselerasi cepat untuk mesin bertenaga tinggi dan mobil sport.
  • Shell V-Power Diesel: Solar standar EURO 5 yang diformulasikan untuk membersihkan endapan dan melindungi mesin diesel modern. 

Pasca langkanya produk SPBU Shell, Shell Indonesia memberikan klarifikasi terkait kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik mereka.

President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa produk Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) tidak tersedia di beberapa SPBU hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

“Kami ingin menginformasikan bahwa produk bahan bakar minyak (BBM) Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” ujar Ingrid, Selasa (16/9/2025).

Kekosongan stok BBM di SPBU Shell disinyalir terjadi karena pasokan di SPBU swasta sudah mulai menipis. Kondisi serupa juga dialami oleh beberapa jaringan lain di luar Pertamina.

Mengapa Kelangkaan Terjadi

Selama ini, perusahaan swasta yang berbisnis menjual BBM ritel mengimpor sendiri BBM-nya. Prosesnya, mereka mengajukan rencana kebutuhan kepada Kementerian ESDM untuk mendapatkan kuota impor. Proses ini berjalan normal tanpa ada persoalan kelangkaan.

Belakangan, seperti disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 25 Februari 2025, kementerian mengatur izin impor BBM yang sebelumnya berlaku untuk satu tahun menjadi enam bulan.

Perusahaan harus membuat laporan ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) secara berkala atau tiga bulan untuk evaluasi.

Alasan kebijakan ini adalah meningkatkan pengawasan serta fleksibilitas dalam mengelola pasokan BBM nasional. Belakangan, ada alasan lain yang diungkapkan pemerintah, yakni menjaga neraca dagang minyak dan gas dalam negeri (Kompas, 29/8/2025) dan menyesuaikan kesepakatan impor produk migas dengan Amerika Serikat (Kompas, 12/9/2025).

Konsekuensi dari kebijakan ini adalah SPBU swasta harus semakin sering menghadapi birokrasi perizinan yang butuh proses. Hal ini ternyata menjadi kendala bagi SPBU swasta dalam menyediakan stok BBM nonsubsidi kepada pelanggan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved