Kamis, 7 Mei 2026

Jokowi Minta Projo Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode Meski Pilpres Masih 4 Tahun Lagi, PDIP Buka Suara

Padahal diketahui kabinet Prabowo-Gibran belum genap setahun memerintah alias masih menghitung bulan

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
(TRIBUNNEWS/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)
PRABOWO-GIBRAN 2 PERIIDEO - Presiden Prabowo Subianto makan malam bersama Presiden ke-7, Joko Widodo, di Omah Semar, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2024). Jokowi meminta relawannya mendkung Prabowo-Gibran 2 periode. (TRIBUNNEWS/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA- Presiden ke-7 Reoublik Indonesia Jokow Widodo alias Jokowi mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Jokowi meminta agar relawan Projo mendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka selama dua periode.

Padahal diketahui kabinet Prabowo-Gibran belum genap setahun memerintah alias masih menghitung bulan.

Artinya Pilres selanjutnya masih berkisar empat tahun lagi. 

Namun fakta itu tidak menghalangi Jokowi cepat-cepat menyerukan kepada para pendukungnya untuk mendukung Prabowo-Gibran.

Diketahui Gibran adalah putra sulung Jokowi. 

Imbaun itu Idisampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jumat (19/9/2025).

Dia menginstruksikan dukungan Prabowo-gibran dua periode sudah dimulai sejak awal pemerintahan dimulai.

“Sejak awal saya sampaikan seluruh relawan untuk itu. Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ujar Jokowi, dikutip dari TribunSolo.

PDIP Buka Suara Jokowi

Pernyataan tersebut langsung menuai sorotan dari politisi PDIP, Andreas Hugo Pareira. Dalam program Sapa Indonesia Pagi di KompasTV (23/9/2025).

Hugo menilai bahwa pernyataan Jokowi keluar terlalu cepat, mengingat pemerintahan Prabowo-Gibran baru berjalan kurang dari satu tahun dan Pilpres 2029 masih jauh di depan.

“Momennya terlalu cepat. Pemerintahan ini kan baru mulai, masa sudah bicara dua periode?” ujar Hugo yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI.

Menurut Hugo, sikap Jokowi bisa jadi merupakan respons terhadap tekanan yang sedang dihadapinya, termasuk polemik seputar legalitas ijazah miliknya maupun milik Gibran. Ia menyebut dukungan dua periode sebagai “mekanisme penyelamatan” atau escape mechanism di tengah situasi politik yang tidak stabil.

“Ini semacam manuver untuk menetralisir isu, khususnya yang menyerang Jokowi dan Gibran soal ijazah,” katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved