Senin, 25 Mei 2026

Warga Diminta Waspada Dampak Cuaca Panas Jakarta, Dinkes Ingatkan Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke

Cuaca di Jakarta terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara di Ibu Kota bahkan dapat mencapai 31–32 derajat Celcius pada siang hari

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Joseph Wesly
shutterstock
CUACA PANAS JAKARTA- Cuaca di Jakarta terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara di Ibu Kota bahkan dapat mencapai 31–32 derajat Celcius pada siang hari. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca di Jakarta terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir dengan suhu siang hari mencapai 31–32 derajat Celcius.
  • Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan cuaca panas dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke.
  • Masyarakat diimbau memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, dan membatasi aktivitas fisik berat pada siang hari.

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA- Cuaca di Jakarta terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara di Ibu Kota bahkan dapat mencapai 31–32 derajat Celcius pada siang hari.

Teriknya sinar matahari ditambah hembusan angin yang terasa panas membuat kondisi udara semakin menyengat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan suhu panas yang tinggi.

Menurut Ani, cuaca panas dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari kekurangan cairan atau dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga kondisi yang lebih serius seperti heatstroke.

“Paparan cuaca panas yang tinggi bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, gangguan pernapasan, hingga iritasi kulit,” ujar Ani, Minggu (15/3/2026).

Ia menambahkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem. 

Kelompok tersebut antara lain pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia).

“Kelompok rentan seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca panas, masyarakat diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih dan tidak menunggu hingga merasa haus.

Selain itu, warga juga disarankan menggunakan pakaian yang ringan dan longgar serta memakai pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Aktivitas fisik berat pada siang hari juga sebaiknya dibatasi.

Di dalam ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin untuk membantu menjaga suhu tetap nyaman.

Ani juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu dehidrasi, seperti makanan dengan kandungan garam tinggi serta minuman berkafein seperti kopi dan teh.

“Untuk kelompok rentan, sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, pastikan menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung,” pungkasnya.(m27)

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved