Rabu, 15 April 2026

Lebaran 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar: 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

|
Editor: Joko Supriyanto
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Wapres RI Ma'ruf Amin melaksanakan salat IdulAdha di Masjid Istiqlal, Jakpus, Kamis (29/6/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

Ditetapkannya awal Syawal pada Sabtu 21 Maret 2026, maka salat Idulfitri 2026 dilaksanakan pada lusa mendatang.

"Kementerian Agama menetapkan awal syawal 1447 hijriah pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Nasaruddin Umar dalam keterangannya saat Sidang Isbat yang digelar pada Kamis 19 Maret 2026 dikutip Youtube KompasTV.

Sebelumnya Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, saat memaparkan hasil kajian dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

Dalam penjelasannya, Cecep mengungkapkan bahwa secara perhitungan (hisab), posisi hilal di wilayah Aceh sebenarnya sudah mencapai ketinggian minimal sesuai standar MABIMS, yakni 3 derajat.

Namun, parameter lain belum terpenuhi, khususnya terkait elongasi yang belum menyentuh ambang batas 6,4 derajat.

"Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 M," ujar Cecep.

Baca juga: Tim Rukyat Hilal Kemenag: Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan metode rukyat, kondisi hilal di seluruh Indonesia juga belum memenuhi kriteria visibilitas. 

Ketinggian hilal tercatat berada di kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, sementara elongasinya antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.

Dengan kondisi tersebut, peluang hilal untuk terlihat sangat kecil.

"Di seluruh wilayah NKRI tak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau Imkan Rukyat MABIMS. Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi tidak mungkin dirukyat," jelas dia

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved