Sabtu, 13 Juni 2026

Kasad Maruli Simanjuntak Pastikan Prajurit UNIFIL Terlindungi dan Mendapat Kompensasi

Maruli Simanjuntak menegaskan hak-hak prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL akan terpenuhi termasuk bagi mereka yang gugur.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PRAJURIT TNI GUGUR DI LEBANON-  KASAD pastikan hak, kompensasi, dan perlindungan bagi prajurit UNIFIL serta ahli warisnya terpenuhi. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan hak-hak prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL akan terpenuhi, termasuk bagi mereka yang mengalami sakit maupun gugur dalam tugas.

"Ya, saya kira itu sudah pasti ya. Secara rutin dari internal kita juga ada, saya yakin dari PBB juga ada," ujar Maruli di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Sabtu (4/4/2026)

Dalam kesempatan yang sama, Maruli menjelaskan beberapa prajurit Indonesia sedang dalam kondisi sakit akibat penugasan, meski detail lengkap identitas dan kondisinya belum diterima.

"Ada yang kondisi masuk rumah sakit, ada beberapa orang. Di Angkatan Darat ada dua orang. Memang kami belum dapat informasinya secara detail, tapi ya untuk tiga orang ini kami sangat kehilangan," ujarnya.

Meskipun begitu, Maruli menegaskan mekanisme dukungan dan kompensasi sudah tersedia bagi seluruh prajurit, termasuk ahli waris bagi yang gugur atau terdampak.

"Sebenarnya mereka sudah ada SOP ya, SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa," tambah Maruli.

Ia menekankan TNI juga memprioritaskan prosedur keselamatan selama penugasan.

Selain perlindungan fisik dan prosedural, Maruli juga menyampaikan pesan bagi keluarga di Indonesia agar tetap tenang dan percaya bahwa hak prajurit akan dijamin.

"Enggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan, tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pesawat CASA CN-295 dan Lockheed Martin C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara dipersiapkan untuk mendistribusikan jenazah ke daerah asal.

Kedatangan jenazah dilakukan melalui jalur udara sipil menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056. 

Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kepala Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan Pesawat CN 295 dan C-130J dipilih karena memiliki kemampuan angkut personel dan logistik dalam berbagai kondisi. 

Selain itu, fleksibilitas operasional kedua pesawat tersebut memungkinkan distribusi jenazah ke lebih dari satu tujuan secara efisien. Jenazah selanjutnya akan diterbangkan ke daerah asal, yakni Bandung dan Yogyakarta. 

Wisnu memastikan situasi keamanan di Bandara Soekarno-Hatta tetap kondusif selama proses berlangsung.

"Kami pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib,” tutup Wisnu. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved