Selasa, 28 April 2026

KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Respons Taksi Green SM Indonesia Usai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

Taksi Green SM Indonesia memberikan respons atas insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (28/6/2026).

Tayang:
Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Rendy Rutama
LAKA KERETA - Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Taksi Green SM Indonesia memberikan respons atas insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (28/6/2026).

Insiden maut itu dilaporkan menyebakan empat orang meninggal dunia serta 71 orang dilarikan ke Rumah Sakit.

Peristiwa ini berawal dari Taksi Green SM tertabrak KRL sebelum akhirnya terjadi tabrakan susulan dari KA Argo Bromo.

Kini melalui unggahan media sosial resminya, Taksi Green SM Indonesia menyampaikan perhatian penuh yang melibatkan unit taksinya.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis Green SM Indonesia melalu Instagram resminya.

Menyikapi kecelakaan ini, pihak Green SM Indonesia siap untuk menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tulisnya.

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," tutupnya.

Baca juga: Kronologi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi: 4 Orang Tewas, 71 Dilarikan ke RS

Respons KAI 

Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam menyebabkan setidaknya empat orang meninggal dunia.

Sementara untuk korban luka-luka yang kini dilarikan ke Rumah Sakit untuk dilakukan observasi berjumlah 71 orang.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin dikutip Kompas.com.

Insiden kecelakaan Kereta Api ini terjadi bermula diduga karena KRL menabrak taksi hijau di perlintasan.

"Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam upaya menyelamatkan korban yang masih terjepit, petugas memberikan bantuan darurat di lokasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved