Berita Nasional
Kini Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Punya Lounge Khusus Pekerja Migran Indonesia
Ada Lounge bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekaro-Hatta.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Desy Selviany
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta resmi menghadirkan Lounge bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekaro-Hatta.
Peresmian lounge itu dilakukan langsung Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko bersama Kepala Otoritas Bandara Wilayah I, Putu Eka Cahyadhi, kemudian Kepala BP3MI Banten Budi Novijanto, serta Kepala Kantor Imigrasi Soetta, Galih Priya Kartika Perdhana.
Hendarsam mengatakan, kehadiran lounge PMI menjadi wujud Imigrasi untuk rakyat yang menghadirkan pelayanan berorientasi kemanusiaan.
"Sebagaimana diketahui lounge di bandara adalah fasilitas berbayar yang rata-rata dinikmati penumpang kelas menengahkan ke atas, tapi kami menganggap bahwa PMI lebih dari mereka sehingga ruang tunggu ini adalah bentuk kepedulian kepada para pahlawan devisa," ujar Hendarsam kepada awak media, Rabu (29/4/2026).
Area ruang tunggu khusus para PMI itu hadir guna memberikan layanan yang lebih nyaman, tertib dan bermartabat bagi para pekerja migran yang pulang ke Tanah Air.
Pasalnya fasilitas tersebut dirancang khusus sebagai bentuk apresiasi sekaligus wujud nyata kehadiran negara bagi PMI yang merupakan pahlawan devisa negara.
Baca juga: Terbanyak ke Dua, Devisa yang Disumbangkan Pekerja Migran Indonesia Tembus Rp 433 Triliun
Selain sebagai ruang tunggu, PMI Lounge berfungsi sebagai pusat interaksi, edukasi dan komunikasi lantaran pekerja migran dapat mendapatkan akses informasi mengenai hak, kewajiban, serta prosedur keimigrasian secara lebih mudah.
"PMI adalah warga negara yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia, karena itU layanan yang diberikan harus mencerminkan penghormatan, perlindungan dan kepedulian," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imigrasi Soekarno-Hatta juga menampilkan produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tangerang dan LPKA Kelas II Jakarta.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian
agar produk warga binaan memiliki daya saing dan nilai ekonomi.
"Persembahan ini bentuk sinergi Direktorat Imigrasi dan Direktorat Pemasyarakatan sebagai satu kesatuan terkait dengan semua program-program yang ada di Kementerian Imipas," terangnya.
Lebih lanjut Galih menjelaskan, peluncuran PMI Lounge menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan publik di pintu gerbang utama Indonesia.
Telebih peluncuran lounge juga melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk BP3MI Banten dan otoritas bandara demi memastikan layanan yang lebih terintegrasi bagi pekerja migran.
Baca juga: BP3MI Banten Gagalkan Keberangkatan 300 Pekerja Migran Ilegal Sejak Januari 2026
Menurut dia, fasilitas tersebut merupakan perwujudan nyata dari semangat 'Imigrasi untuk Rakyat' yang mengedepankan sisi kemanusiaan dalam setiap pelayanannya.
"PMI adalah pahlawan devisa yang telah berkontribusi besar bagi bangsa dan melalui PMI Lounge ini, negara hadir memberikan penghargaan, perlindungan, serta pelayanan yang lebih layak, nyaman, dan bermartabat," kata dia. (m28)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pmi-lounge.jpg)