Berita Nasional
Terbanyak ke Dua, Devisa yang Disumbangkan Pekerja Migran Indonesia Tembus Rp 433 Triliun
PMI menghasilkan devisa sebesar Rp 433 Triliun sepanjang tahun 2025 lalu atau nyaris dua kali lipat
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Desy Selviany
Laporan Wartawan,TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghasilkan devisa sebesar Rp 433 Triliun sepanjang tahun 2025 lalu atau nyaris dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengatakan, devisa yang dihasilkan PMI terus meningkat sejak tahun 2022 silam dengan jumlah Rp 135,9 triliun, satu tahun berikutnya melonjak jadi Rp 227 triliun, sampai tahun lalu sebanyak Rp 253,3 triliun.
"Fakta menunjukkan PMI menghasilkan kurang lebih Rp 433 triliun di tahun 2025 kemarin dan angka itu sangatlah besar," ujar Hendarsam kepada awak media di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (29/4/2026).
Jumlah yang dihasilkan PMI itu tercatat jadi penyumbang devisa terbesar ke dua di Indonesia setelah sektor migas.
Tingginya angka devisa pekerja migran itu dicapai berkat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan lapangan pekerjaan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Selain sejumlah lembaga pemerintahan juga rutin memantau kondisi ekonomi negara mitra secara berkala sebelum menempatkan para pekerja migran.
Terlebih negara-negara yang menjadi target pengiriman PMI salah satunya terletak di benua Eropa diantaranya ialah Jerman.
"Saya sampaikan bahwa PMI adalah pahlawan Devisa bagi Indonesia, karena mereka bekerja tidak hanya memetingkan diri sendiri tapi juga untuk keluarganya dan untuk negara di Tanah Air," paparnya.
Lebih lanjut Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten, Budi Novijanto menjelaskan, kampung halaman PMI yang terbesar menyumbangkan devisa berada di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Pengiriman pekerja migran sendiri merupakan bagian dari investasi Sumber Daya Manusia (SDM) oleh Pemerintah Pusat.
Pasalnya selama di luar negeri, para PMI tidak hanya bekerja, tetapi juga akan mendapatkan pengalaman dan jaringan baru selama berada di negara penempatan yang dituju.
"Untuk PMI yang paling banyak menghasilkan devisa didominasi daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Banten sendiri," kata dia.
"Sementara negara tujuan tempat PMI bekerja banyak ke Hong Kong, Taiwan, Malaysia, kemudian beberapa negara di Eropa dan untuk menjalani pekerjaan formal," sambungnya.
Selain menjadi sumber devisa, pekerja migran juga bisa menjadi satu solusi dalam menekan angka pengangguran, kemiskinan, serta memperkuat ekonomi keluarga dan ekonomi daerah asal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pekerja-migran-PMI.jpg)