Rabu, 13 Mei 2026

Hari Buruh

Soroti Nasib Ojol saat Hari Buruh, Prabowo Minta Potongan Aplikator Dibawah 10 Persen

Presiden Prabowo Subianto menyoroti nasib pengemudi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas

Tayang:
Editor: Joko Supriyanto
shutterstock
DEMO OJOL- Ilustrasi Ojek Online. Presiden Prabowo Subianto menyoroti nasib pengemudi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas, Jakarta, dengan meminta potongan komisi dari aplikator diturunkan di bawah 10 persen. (Shuttestock) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Presiden Prabowo Subianto menyoroti nasib pengemudi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monas, Jakarta, dengan meminta potongan komisi dari aplikator diturunkan di bawah 10 persen.

Pernyataan ini disampaikan saat peringatan May Day di Monas Jumat (1/5) sebagai bentuk keberpihakan terhadap para ojol yang dinilai bekerja keras di lapangan, namun masih terbebani skema bagi hasil yang dianggap tidak adil.
 
"Saudara-saudara, ojol. Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen," tanya Prabowo, Jumat. 

Pertanyaan itu pun langsung dijawab dengan teriakan "tidak" secara serempak oleh massa buruh.

"Bagaimana 15 persen," tanya Prabowo.

"Tidak," jawab buruh. "Berapa? 10 (persen)? kalian minta 10 pesen? iya?," tanya Prabowo lagi.

Namun, secara mengejutkan, Presiden justru memberikan pernyataan bahwa potongannya harus di bawah 10 persen.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen," ujar Prabowo.

"Harus di bawah 10 persen," sambung Prabowo, disambut teriakan gembira massa.

Baca juga: Prabowo Tawarkan Skema Rumah Buruh dengan Tenor Panjang Sampai 40 Tahun

Menurut Presiden, tidak adil jika para ojol yang sudah bekerja keras di lapangan justru harus memberikan porsi keuntungan yang besar kepada pemilik aplikasi.  

"Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje," sambung Prabowo.  

Prabowo lalu mengeluarkan peringatan bagi perusahaan-perusahaan teknologi yang tidak mau mengikuti arah kebijakan pemerintah.

"Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," kata Prabowo.  

Diketahui, masalah pemotongan tarif ojol oleh aplikator ini juga merupakan salah satu dari 11 tuntutan yang dibawa oleh KSPI kepada Presiden.  

Dalam poin kesembilan tuntutan, KSPI memperjuangkan penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10 persen.

(Kompas.com)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved