Rabu, 6 Mei 2026

Dicatut untuk Acara MBG, Modus Penipuan Vendor di Tangsel Diduga Berulang

Kasus ini bermula ketika vendornya menerima pesanan penyewaan kursi dan blower dalam jumlah besar dari Andi yang mengaku sebagai panitia acara

Tayang: | Diperbarui:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PENIPUAN - Penyewaan perlengkapan event di Tangerang Selatan menjadi korban dugaan penipuan setelah mengirimkan ratusan kursi dan blower tanpa pembayaran di muka dengan iming-iming acara fiktif yang mengatasnamakan kegiatan mahasiswa, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR - Kasus penipuan terhadap vendor perlengkapan acara terungkap di wilayah Kota Tangerang Selatan, Banten.

Siti Fatimah pemilik vendor Faimah Az Zahra Wedding mengungkapkan pelaku diduga menjalankan modus serupa terhadap sejumlah penyedia jasa, memesan barang dalam jumlah besar tanpa pembayaran, lalu menghilang setelah barang dikirim.

Kasus ini bermula ketika vendornya menerima pesanan penyewaan kursi dan blower dalam jumlah besar dari Andi yang mengaku sebagai panitia acara mahasiswa UIN Jakarta.

Pemesanan dilakukan secara mendadak dengan alasan kebutuhan acara Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, komunikasi awal berlangsung meyakinkan.

"Dia bilang dapat nomor saya dari klien wedding, jadi saya nggak curiga,” ujar Siti Fatimah kepada TribunTangerang.com, Ciputat Timur, Tangsel, Selasa (5/5/2026).

Pelaku menjanjikan pembayaran dilakukan setelah barang tiba di lokasi.

Pada hari kejadian, korban mengirimkan sebanyak 170 kursi dan tiga unit blower ke lokasi aula Himounan Mahasiswa di kawasan Pisangan, Ciputat Timur, yang disebut sebagai area kegiatan mahasiswa. 

Barang tiba sekitar pukul 11.20 WIB dan langsung diturunkan sesuai instruksi pemesan.

Namun, kejanggalan mulai terasa ketika tidak ada satu pun pihak yang menemui korban untuk proses serah terima.

"Kita tanya, ini serah terima sama siapa, tapi dia bilang lagi di jalan dan minta ditunggu,” ucap Siti.

Ia sempat menunggu cukup lama di lokasi, namun karena ada keperluan keluarga, akhirnya meninggalkan barang tersebut dengan harapan pembayaran segera dilakukan. 

“Dia bilang invoice saja dikirim, nanti diusahakan payment,” tuturnya.

Beberapa jam kemudian, barang yang telah diturunkan ternyata diambil kembali oleh pihak lain yang mengaku sebagai perwakilan pemesan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved