Kamis, 21 Mei 2026

Program Hemat di Grab dan Gojek Resmi Dihapus, Ini Penjelasan Aplikator

Program Hemat di Grab dan Gojek resmi dihentikan menjadi sorotan publik, terutama di kalangan mitra driver ojek online (ojol). 

Tayang:
Editor: Joko Supriyanto
shutterstock
OJEK ONLINE- Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa skema langganan ini sebenarnya sudah diuji coba secara terbatas sejak November 2025 dan baru diperluas penerapannya ke seluruh Indonesia pada Februari 2026.. (Shuttestock) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Program Hemat di Grab dan Gojek resmi dihentikan menjadi sorotan publik, terutama di kalangan mitra driver ojek online (ojol). 

Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian terhadap arahan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan pengemudi, termasuk penurunan potongan komisi hingga 8 persen.

Meski skema langganan berbayar dihapus, kedua aplikator memastikan layanan tarif hemat bagi penumpang tetap tersedia dengan penyesuaian terbatas.

Dikutip Kompas.com, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menghentikan skema langganan GoRide Hemat.

Sebelumnya, program ini merupakan sistem berbayar di mana mitra driver harus berlangganan agar mendapatkan akses pada struktur pendapatan atau tarif yang berbeda dari pesanan reguler.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa skema langganan ini sebenarnya sudah diuji coba secara terbatas sejak November 2025 dan baru diperluas penerapannya ke seluruh Indonesia pada Februari 2026.

"Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi," ungkap Hans dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Seiring dengan dihapuskannya skema langganan ini, persentase bagi hasil layanan GoRide Hemat akan disamakan seluruhnya dengan GoRide Reguler.

Ke depannya, Gojek akan menerapkan potongan atau komisi aplikasi sebesar 8 persen per perjalanan, turun drastis dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka 20 persen.

Penurunan potongan menjadi 8 persen ini, menurut Hans, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden dan pemerintah.

Selain layanan hemat juga dihapus oleh Grab Indonesia. Perusahaan ini secara resmi menutup Program Langganan Akses Hemat bagi para mitra GrabBike.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebutkan bahwa penutupan program tersebut merupakan bagian dari penyesuaian perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem layanan antara pengemudi dan konsumen.

"Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program langganan ini juga dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," ujar Neneng melalui keterangan tertulis resmi perusahaan.

Untuk menjaga komitmen pada kesejahteraan mitranya di tengah dinamika transportasi digital, Grab mengandalkan berbagai program dukungan.

Neneng membeberkan sederet inisiatif kesejahteraan tersebut, mulai dari pemberian Bonus Hari Raya (BHR), fasilitasi tanggungan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra berprestasi, hingga asuransi kecelakaan tambahan.

Ada pula beasiswa pendidikan untuk anak driver lewat GrabScholar, program Umrah untuk mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal aduan darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).

Meski program langganan untuk driver resmi dicabut secara bersamaan, baik Grab maupun Gojek memastikan bahwa layanan opsi perjalanan termurah mereka (GrabBike Hemat dan GoRide Hemat) akan tetap tersedia bagi konsumen.

Gojek menyatakan akan ada penyesuaian tarif GoRide Hemat di tingkat konsumen. Namun, Hans memastikan penyesuaian harga tersebut dilakukan secara sangat terbatas dan terukur demi mengutamakan keterjangkauan di masyarakat.

Di sisi lain, Grab juga memastikan bahwa penyesuaian biaya pada GrabBike Hemat akan tetap mengedepankan keterjangkauan masyarakat.

Selain itu, Grab menggaransi bahwa hingga saat ini tidak akan ada kenaikan harga untuk layanan reguler GrabBike Standard.

(Kompas.com)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved