Senin, 8 Juni 2026

Yosef Abas Bagikan Tips Afiliator di Platform Jual-Beli Online Melalui Buku Pasukan Affiliate

buku setebal 264 halaman itu ditulisnya untuk membantu masyarakat menambah penghasilan lewat kemajuan teknologi pada beragam platform Sosial Media

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
PELUNCURAN BUKU - Yosef Abas, penulis buku Pasukan Affiliate saat diwawancarai awak media usai prosesi peluncuran di kawasan BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (6/6/2026). (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro) 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Manajemen Rumah Kreator Pemenang (RKM) meluncurkan buku berjudul Pasukan Affiliate sebagai panduan praktis bagi pelaku usaha yang ingin membangun program bisnis lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pendiri RKM, Yosef Abas mengatakan, buku setebal 264 halaman itu ditulisnya untuk membantu masyarakat menambah penghasilan lewat kemajuan teknologi pada beragam platform Sosial Media seperti Instagram, Tiktok hingga platform jual beli online.

"Menjadi affiliate atau afiliator ini sangat menarik bagi masyarakat untuk menambah pemasukan keuangan tanpa mengganggu pekerjaan yang sedang dijalani, karena bekerja secara daring tanpa harus memiliki barang yang dijual," ujar Abas kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).

Affiliate merupakan model bisnis dengan mempekerjakan seseorang sebagai kreator di sosial media untuk mempromosikan produk atau merek milik suatu perusahaan tertentu.

Orang atau pihak yang berhasil menjajakan produk itu dibayar lewat komisi dalam setiap penjualan disebut sebagai afiliator.

Adapun pekerjaan tersebut tengah populer di masyarakat yang menggunakan sosial media lantaran berdampingan dengan toko online, iklan digital, siaran langsung dan konten video pendek sebagai bagian dari strategi penjualan digital.

Dalam bukunya, Yosef memberi jawaban atas tantangan terbesar yang muncul setelah affiliate berhasil direkrut namun tidak efektif serta memberi dampak signifikan dalam penjualan.

Banyak brand masih berfokus pada jumlah affiliator, tetapi belum menyiapkan sistem agar mereka dapat bekerja secara aktif dan konsisten.

"Masalahnya banyak penjual bukan kurang affiliate, tetapi kurang sistem untuk membuat mereka bergerak, ribuan afiliator tidak akan berarti banyak jika tidak ada onboarding, arahan konten, komunikasi, dan insentif yang jelas," paparnya.

Menurut dia, para pelaku usaha kerap melewatlan elemen penting dalam rangkaian tahapan terhadap afiliator seperti materi promosi yang dibawakan, kelebihan produk yang dijual, sudut pandang konten yang tidak melalui alur komunikasi, hingga keberadaan tim atau orang khusus yang mengelola hubungan dengan afiliator.

Pola tersebut seharusnya dilakukan pada momentum besar seperti ramadan, hari belanja online nasional ketika bertepatan dengan tanggal kembar atau peluncuran produk baru.

Oleh karena itu buku bertajuk 'Melipatgandakan Omzet dengan Pasukan Affiliate' yang diluncurkannya itu memberi tips bagi pelaku usaha membangun strategi dan aktiviasi yang tepat serta terstruktur dalam berjualan online.

"Buku ini merangkum pengalaman kami dalam mendampingi kreator di ekosistem platform jual beli online yang sudah disusun lengkap dengan kerangka kerja dan strategi bisnis agar pelaku usaha mampu mengubah afiliator menjadi pasukan penjualan yang aktif dan menghasilkan," paparnya.

Dalam buku seharga Rp 249.000 itu informasi disampaikan melalui pendekatan karakter Rama, pelaku usaha yang mewakili kegelisahan produksi lokal. Rama digambarkan memulai program affiliate dengan cara yang umum dilakukan banyak seller, yaitu mencari banyak affiliator ketika membutuhkan penjualan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved