Kasus Korupsi BGN
Mahfud MD Sebut Skandal MBG Diduga Lebih Besar dari yang Terlihat: Nanti Pasti Terungkap
Mahfud MD menilai skandal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga jauh lebih besar dari yang saat ini terungkap ke publik.
TRIBUNTANGERANG.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud MD menilai skandal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga jauh lebih besar dari yang saat ini terungkap ke publik.
Mahfud berpandangan bahwa sejauh ini temuan hukum yang berhasil diungkap oleh pihak Kejaksaan Agung masih sebatas di permukaan saja.
Ia meyakini, tindakan pelanggaran hukum yang sebenarnya dilakukan oleh Dadan di dalam tubuh BGN jauh lebih parah dari apa yang sudah diekspos ke publik saat ini.
"Lebih parah lagi sebenarnya daripada yang terungkap, nanti kan pasti terungkap di pengadilan," kata Mahfud dikutip Kompas.com.
Mahfud menilai, sejak awal instansi BGN dibentuk, Dadan selaku pimpinan belum memahami secara mendalam mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Dadan juga disebutnya belum memahami seluk-beluk serta aturan baku di dalam dunia birokrasi pemerintahan.
"Pak Dadan itu tidak punya pengalaman di birokrasi, tidak mengerti hukum keuangan negara, seakan-akan semua bisa dilakukan seenaknya," ucap Mahfud
Baca juga: Berat Hati Copot Dadan Cs di Kasus MBG, Prabowo: Saya Terpaksa Ganti Orang yang Saya Percaya
Mahfud membeberkan, pada kurun waktu tiga bulan pertama berjalannya program MBG, publik disuguhkan dengan maraknya temuan kasus keracunan makanan di berbagai daerah.
Kondisi itu sempat memicu gelombang protes dari masyarakat luas yang berteriak mendesak agar program tersebut segera dihentikan sementara waktu.
Bagi Mahfud, rentetan insiden tersebut menjadi bukti nyata bahwa Dadan tidak kompeten dalam mengemban jabatan.
Meskipun demikian, pakar hukum tata negara ini tidak menampik bahwa program MBG pada dasarnya merupakan gagasan yang cukup bagus untuk masyarakat. Hanya saja, eksekusi dan pengelolaan program di lapangan berjalan sangat buruk.
"MBG ini bagus sebagai program tapi tata kelolanya sangat buruk kita minta agar evaluasi tidak pernah didengar, sekarang baru terasa, ratusan miliar kan," ujar Mahfud.
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Mahfud-MD-505.jpg)