PLN UID Jakarta Raya
Multi Stakeholder Forum 2026 PLN Bahas Smart Living dan Infrastruktur Jakarta Timur
PLN UID Jakarta Raya lewat PLN UP3 Region Timur menggelar Multi Stakeholder Forum 2026 yang bahas integrasi infrastruktur dan smart living di Jaktim.
Menurut Fauzi, Jakarta Timur memiliki potensi besar sebagai kawasan investasi dan pengembangan hunian karena wilayahnya yang luas serta didukung berbagai proyek infrastruktur strategis dan integrasi transportasi massal.
"Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan kawasan hunian dan investasi. Namun pembangunan tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, transportasi, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan perkotaan saat ini tidak hanya terkait penyediaan hunian, tetapi juga pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah dan emisi yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Karena itu, konsep smart living yang diusung dalam forum ini dinilai sangat relevan untuk mendorong lahirnya kawasan hunian yang tidak hanya nyaman dihuni saat ini, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.
“Harapan kami, forum ini melahirkan ide-ide dan kolaborasi yang dapat menjadikan Jakarta Timur sebagai kawasan yang semakin menarik untuk dihuni dan berinvestasi, didukung infrastruktur yang terintegrasi, layanan publik yang baik, serta lingkungan yang berkelanjutan,” kata Fauzi.
Di sisi lain, Ketua DPD APERSI DKI Jakarta Edi Firmansyah menilai Multi Stakeholder Forum (MSF) 2026 menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara PLN dan para pemangku kepentingan, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, hubungan yang baik antara pengembang dan PLN akan berdampak positif terhadap percepatan pembangunan kawasan perumahan yang berkualitas bagi masyarakat.
"Kami berharap melalui kegiatan ini kerja sama yang terjalin dengan PLN semakin baik dan setiap persoalan yang muncul dapat dikomunikasikan dengan lebih mudah. Itu yang terpenting. Acara seperti ini sangat bagus," katanya.
Edi menjelaskan, APERSI DKI Jakarta saat ini memiliki sekitar 390 anggota pengembang yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Para anggota tersebut secara aktif membangun ribuan unit rumah dan kawasan hunian yang menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan wilayah perkotaan.
Karena itu, keberadaan infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan sektor perumahan dan permukiman.
"APERSI memiliki hampir 390 pengembang anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Kami membangun rumah dan kawasan hunian dalam jumlah yang besar. Karena itu, program dan layanan PLN sangat signifikan bagi kegiatan pembangunan yang kami lakukan," ujarnya.
Lebih lanjut, Edi berharap PLN terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi yang semakin modern tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi masyarakat dan dunia usaha.
"Kami berharap PLN semakin berkualitas, semakin maju teknologinya, semakin canggih, namun tetap memberikan layanan yang terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.
Ia juga menilai komunikasi dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara APERSI dan PLN sudah berjalan dengan baik.
Meski berbagai tantangan dan persoalan akan terus muncul seiring dinamika pembangunan, Edi meyakini hal tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka.
"Kolaborasi dengan PLN sangat bagus. PLN sangat terbuka dan transparan. Memang persoalan tidak pernah selesai dan selalu ada, tetapi itu merupakan bagian dari dinamika. Yang penting komunikasi kami dengan PLN selama ini berjalan cukup baik," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/PLN-Multi-Stakeholder-Forum-MSF-2026-4.jpg)