Berita Seleb

Piyu Padi Reborn Kasih Solusi Masalah Royalti di Industri Musik

Menjawab kegelisahan tersebut, musisi Piyu Padi Reborn secara resmi membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan 'Mantra Digital'.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Joko Supriyanto
Tribun Tangerang/Ikhawana Mutuah Mico
Piyu Padi mengaku akan bertolak ke Surabaya karena ibundanya meninggal dunia. Hal itu disampaikannya saat ditemui di gedung Kemenkumham, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Isu pengelolaan royalti yang tak kunjung transparan, menjadi keresahan menahun bagi para musisi di Tanah Air.

Menjawab kegelisahan tersebut, musisi Piyu Padi Reborn secara resmi membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan 'Mantra Digital'.

Diluncurkan di Jakarta, Senin (22/12/2025), Piyu Padi Reborn meyakini platform tersebut menjadi solusi konkret atas sengkarut masalah royalti, yang selama ini terjadi di industri musik Indonesia.

Piyu Padi Reborn menegaskan platform tersebut hadir sebagai wujud komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak rekan seprofesi, khususnya terkait akses data karya dan nilai ekonominya yang selama ini seringkali tak jelas.

"Masalah terbesar industri musik kita bukan pada talenta, tetapi pada sistem. Musisi terlalu lama berjalan tanpa visibilitas data atas karyanya sendiri," kata Piyu Padi Founder Mantra Digital, Selasa (23/12/2025).

Gitaris Pasi Reborn ini menekankan satu hal penting agar tidak terjadi salah kaprah, bahwa Mantra Digital bukanlah lembaga penarik atau pengelola royalti (seperti LMK/LMKN), bukan pula regulator.

Platform ini diposisikan sebagai system atau arsitektur sistem berbasis teknologi, tujuannya membangun transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan akses informasi.

Melalui dashboard yang terintegrasi, nantinya musisi, komposer, publisher, hingga produser bisa memantau data karya secara real-time.

"Platform ini hadir untuk mengembalikan kendali informasi itu kepada pemilik hak, secara terbuka, terukur, dan adil," tegas Piyu.

Dengan sistem ini, seluruh pihak dalam ekosistem musik bisa melihat data yang sama pada waktu yang sama.

Hal ini diharapkan bisa menghilangkan asumsi-asumsi liar dan menggantinya dengan kepercayaan berbasis data yang akurat.

Sebagai langkah nyata perdana, Mantra Digital langsung tancap gas menjalin kolaborasi strategis dengan PT Handhindra Jeka.

Kerja sama ini dilakukan untuk optimalisasi dan penataan data karya-karya legendaris dari JK Record. Kolaborasi ini menjadi model percontohan penerapan sistem transparansi yang digagas Piyu.

Kehadiran Mantra Digital juga menjadi angin segar bagi musisi independen dan komposer daerah.

Platform ini tidak dirancang hanya untuk musisi besar, melainkan untuk seluruh ekosistem.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved