Selasa, 21 April 2026

Sekolah Rakyat

Cek Fasilitas hingga Progres Sekolah Rakyat, Gus Ipul dan Seskab Teddy Tinjau SRMA 33 Tangsel

Gus Ipul dan Teddy tampak mengecek sejumlah fasilitas serta menemui siswa-siswi hingga pendamping SRMA 33 Tangsel.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
SEKOLAH RAKYAT - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau karib disapa Gus Ipul bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33,S Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul dan Teddy tampak mengecek sejumlah fasilitas serta menemui siswa-siswi hingga pendamping SRMA 33 Tangsel. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi) 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG UTARA - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau karib disapa Gus Ipul bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33,S Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/10/2025). 

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul dan Teddy tampak mengecek sejumlah fasilitas serta menemui siswa-siswi hingga pendamping SRMA 33 Tangsel.

"Jadi hari ini saya memang mengundang Pak Teddy untuk melihat perkembangan operasional penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan. Salah satunya di Tangerang Selatan, jadi dari awal kami berdiskusi membuat konsep sampai memulai tahapan-tahapan yang ada," ujar Gus Ipul

Gus Ipul menjelaskan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari laporan progres pelaksanaan program Sekolah Rakyat ke Presiden RI Prabowo Subianto.

"Nah di sekolah ini adalah SRMA, Sekolah Rakyat Menengah Atas, di mana tentu ada kepala sekolah, ada guru, ada wali kelas, wali asrama, dan tenaga kependidikan lain yang memulai pembelajaran dengan saling mengenal, saling bisa beradaptasi satu dengan yang lain," ungkapnya. 

Gus Ipul menilai selama program berjalan, cukup banyak mengalami dinamika, mulai dari penyesuaian karakter siswa dan lingkungan sekolah hingga terjadinya pengunduran diri dari beberapa siswa dan juga tenaga pendidik. 

Namun, hal tersebut kini telah ditangani dengan baik hingga akhirnya program sekolah rakyat ini masih berjalan optimal.

"Ada tata tertibnya, kemudian ada jadwal-jadwal yang cukup padat sehingga ada yang memerlukan adaptasi. Tapi dalam waktu dua minggu, hingga satu bulan paling lama sudah mulai terjadi satu pembiasaan yang baik dan berjalan dengan baik," kata Gus Ipul

"Nah tentu di dalam sekolah rakyat ini kita harapkan nanti kalau mereka lulus di tahun 2028, mereka sudah bisa memilih untuk bisa melanjutkan kuliah atau yang kedua mereka mau memilih untuk bekerja," tambahnya. 

Baca juga: Belasan Siswa Sekolah Rakyat di Tangsel Mengundurkan Diri, Mensos Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

Dia menambahkan sejak dimulai pada Juli hingga September 2025, terdapat 165 Sekolah Rakyat yang sudah aktif. 

"Mulai bulan Juli ada 63 titik, Agustus ada 37 titik, dan di September itu ada 65 titik. Sehingga secara keseluruhan 165 titik penyelenggaraan sekolah rintisan tahun ini sudah bergulir," katanya.

Di sisi lain Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan kunjungannya kali ini ke SRMA 33 Tangsel merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal.

"Bapak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah melalui sekolah yang disiapkan pemerintah, dalam hal ini Sekolah Rakyat," paparnya. 

Teddy menyampaikan pemerintah juga ingin memastikan agar seluruh program prioritas seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat tersentuh oleh siswa/siswi Sekolah Rakya.

"Diasramakan, diberi tempat tinggal, diberi makan, tiga kali makan bergizi, kemudian snack dan vitamin yang lainnya, diberi tempat tinggal yang nyaman, kamar mandi, kesehatan dijamin, dan orang tuanya yang masih ada dapat mengunjungi mereka di waktu yang sudah ditentukan," katanya. (m41) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved