Pertamina UMK Academy Dorong UMKM Naik Kelas hingga Internasional 

Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan UMKM nasional melalui program unggulan "Pertamina UMK Academy"

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PERTAMINA UMK ACADEMY - VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto. Pertamina UMK Academy adalah Program yang memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pembinaan berjenjang, kurikulum terintegrasi, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN - Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan UMKM nasional melalui program unggulan "Pertamina UMK Academy". Sebuah ekosistem pembinaan terstruktur yang sejak 2020 telah melahirkan lebih dari 200 eksportir berkelanjutan dan membina lebih dari 10.000 UMKM di seluruh Indonesia.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto mengatakan, program Pertamina UMK Academy dirancang untuk membawa para pelaku UMKM naik kelas melalui kurikulum yang terintegrasi dan bertahap. 

“Kita menghadirkan program yang terstruktur, inklusif, dan terintegrasi. Dari awal, kita tanamkan kepada peserta agar punya mimpi, lima tahun lagi ingin berada di level apa, sepuluh tahun lagi ingin menjadi apa,” ujar Rudi Ariffianto di Bintaro Jaya Exchange Mall, Pondok Aren, Tangsel, Minggu (30/11/2025).

Pertamina UMK Academy memiliki empat tingkatan pembelajaran Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

Tahun ini, Pertamina menambah kurikulum Go Green untuk memperkuat pemahaman UMKM terhadap sustainability dan bisnis berwawasan lingkungan.

Sistem pembelajaran berlangsung ketat. UMKM yang tidak mencapai standar dapat tinggal kelas, sebuah kebijakan baru yang diberlakukan tahun 2024. 

“Tahun ini lebih greget. Tidak semua naik kelas. Tantangan ke depan semakin besar, kita ingin UMKM lebih tangguh,” jelasnya.

Pertamina menargetkan transformasi peran UMKM. Pelaku usaha yang selama ini merangkap sebagai pemilik, pekerja, marketer, hingga sales, didorong untuk naik level menjadi pemimpin bisnis profesional.

“Ke depan mereka harus menjadi CEO, yang mengambil keputusan strategis dan memiliki tim. Setelah ikut UMK Academy, banyak yang mulai punya 10, 20, hingga 30 pekerja. Dan itu sudah terbukti terjadi,” ucap pria menggunakan batik coklat itu.

Tahun ini, UMK Academy kembali membuka pendaftaran secara inklusif dan menerima puluhan ribu peminat. 

Setelah penyaringan regional, 1.500 UMKM mengikuti coaching selama tiga bulan, lalu mengerucut menjadi 750 peserta di level nasional.

Selama sembilan bulan pembinaan nasional, peserta digembleng melalui kelas, tugas penjualan, laporan kinerja, gamification, hingga tantangan digital seperti peningkatan followers, viewers, dan sales.

Dalam inaugurasi tahun ini, Pertamina menetapkan 100 Champion UMKM, termasuk juara 1, 2, dan 3 dari setiap kategori, serta 10 champion Pertamina Aggregator.

Para champion dinilai berdasarkan konsistensi mengikuti program, pertumbuhan penjualan, kemampuan live marketing, hingga performa mereka dalam gamification.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved