Warga Tangsel Mulai Resah Soal Virus Nipah, Tak Ingin Pandemi Terulang
Keresahan masyarakat terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia kian meningkat.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Keresahan masyarakat terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia kian meningkat. Warga menilai, tanpa langkah pencegahan dan sosialisasi sejak dini, virus berbahaya tersebut berisiko menjadi ancaman di masa depan.
Warga asal Bintaro, Pondok Aren, Ergita Purnama mengatakan ia mengetahui virus tersebut dapat menular melalui buah yang telah terkontaminasi air liur kelelawar.
“Saya sudah pernah dengar. Setahu saya, virus Nipah menular lewat buah yang digigit kelelawar,” ujar Ergita kepada TribunTangerang.com, Pondok Aren, Tangsel, Jumat (6/2/2026)
Setelah mengetahui cara penularan dan dampak yang ditimbulkan, Ergita merasakan khawatir. Ia menilai virus ini berpotensi menjadi ancaman serius apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Saya sangat khawatir setelah tahu tentang virus Nipah,” ujar wanita berhijab itu.
Terkait kemungkinan masuknya virus Nipah ke Indonesia, Ergita menilai risikonya cukup tinggi. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas penduduk, baik yang masuk maupun keluar negeri.
“Menurut saya Indonesia sangat berisiko, karena mobilitas penduduk yang masuk dan keluar negeri cukup sering,” ujar wanita kelahiran 1997 itu.
Oleh karena itu, Ergita berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan sosialisasi secara lebih luas kepada masyarakat. Edukasi dinilai penting agar masyarakat lebih waspada dan tidak mengulangi pengalaman pahit saat pandemi COVID-19.
“Sosialisasi sangat perlu dilakukan, supaya tidak terjadi kejadian seperti COVID kembali,” harapnya.
Sementara itu, Asri Solihah warga Ciputat, Tangsel, mengatakan mengatakan ia telah mengetahui soal virus Nipah dan sumber penularannya.
Menurutnya, virus tersebut dapat menyebar melalui konsumsi buah atau makanan yang telah terkontaminasi oleh hewan pembawa virus.
“Sudah pernah dengar. Virus Nipah menular lewat konsumsi buah atau makanan yang sudah terkontaminasi hewan carrier virusnya, misalnya kelelawar yang memakan buah,” ujar Asri, Ciputat, Tangsel, Jumat (6/2/2026).
Pengetahuan tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri hidupnya. Asri mengaku merasa cemas setelah mengetahui bahaya dan cara penyebaran virus Nipah.
“Iya, saya merasa khawatir setelah tahu soal virus Nipah,” ucap wanita berumur 25 tahun itu.
| Keterbatasan Kewenangan Picu Keluhan, Pemkot Tangsel Dorong Pengalihan PJU Kemenhub |
|
|---|
| Keluhan Lampu Jalan Sulit Ditangani, Dishub Tangsel Minta Hibah Ratusan PJU Kemenhub |
|
|---|
| Tumpahan Minyak Curah Lumpuhkan Akses Jalan Warga di Ciputat, Aparat dan Damkar Turun Tangan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Minggu 7 Juni 2026: Sebagian Cerah Berawan |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Minggu 7 Mei 2026, Berikut Persyaratannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-kelelawar-virus-nipah.jpg)