Virus Nipah
Tips Mudah Cegah Tertular Virus Nipah dari Kadinkes Tangsel, dr Allin
Masyarakat Kota Tangerang Selatan diminta tetap tenang sekaligus waspada menyikapi potensi masuknya virus Nipah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengimbau warga tetap tenang namun waspada terhadap potensi masuknya virus Nipah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Upaya pencegahan meliputi mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan berisiko, tidak mengonsumsi nira mentah, serta bijak menyikapi informasi dan hanya merujuk sumber resmi.
- Dinkes Tangsel meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Masyarakat Kota Tangerang Selatan diminta tetap tenang sekaligus waspada menyikapi potensi masuknya virus Nipah.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menekankan pentingnya penerapan langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari untuk meminimalisir risiko penularan.
Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup sehat.
"Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan berisiko, serta tidak mengonsumsi nira mentah," ujar Allin dalam keterangan, Sabtu (7/2/2026)
Selain itu, masyarakat diminta bijak dalam menerima informasi. Allin menegaskan, warga sebaiknya tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.
Kekhawatiran warga Tangsel terkait virus Nipah muncul seiring meningkatnya informasi tentang cara penularannya.
Virus ini diketahui dapat menyebar melalui buah atau makanan yang telah terkontaminasi air liur kelelawar.
Warga Bintaro Khawatir Tertular
Seperti yang disampaikan Ergita Purnama, warga Bintaro, Pondok Aren. Ia mengaku khawatir setelah mengetahui cara penularan virus Nipah dan dampaknya.
"Saya sangat khawatir setelah tahu tentang virus Nipah. Sosialisasi sangat perlu supaya tidak terjadi kejadian seperti Covid-19 kembali," ujar Ergita.
Warga Ciputat, Asri Solihah juga mengaku cemas. Menurutnya, interaksi manusia dengan satwa liar meningkatkan risiko masuknya virus ini ke Indonesia.
Meski demikian, Asri berharap informasi disampaikan secara tepat agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.
Dinkes Tangsel menekankan, bila warga mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
"Jika mengalami gejala yang mengarah pada virus Nipah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (m30)
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
| Tiga Kampus Buka Suara Soal Pernyataan BEM Fakultas Bersatu, Tegaskan Tak Pernah Terlibat |
|
|---|
| Isi 12 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Ada Dana Rp5.328 Triliun hingga Selat Hormuz |
|
|---|
| Sempat Tak Bergerak, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 17 Juni 2026 Naik Rp4.000 |
|
|---|
| Hari Ini Ada Demo Lagi di Jakarta, Polisi Turunkan 4.576 Personel Gabungan, Awas Macet! |
|
|---|
| Demo di Jakarta Hari Ini, Ada 5 Unjuk Rasa di DPR RI hingga BGN Mulai Pukul 10.00 WIB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Allin-Hendalin-Mahdaniar4.jpg)