Kamis, 16 April 2026

Polres Tangsel Ungkap Cara Deteksi Dini Pengguna Narkotika

Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman menyoroti pola perilaku pengguna sebagai bagian dari langkah edukasi dan pencegahan di masyarakat.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
NARKOBA - Kasat Narkoba Tangsel AKP Pardiman menyebut pengguna narkoba sulit dikenali secara kasat mata dan mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan perilaku seperti sulit fokus dan respons berbeda sebagai langkah pencegahan. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM,  SERPONG - Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman menyoroti pola perilaku pengguna sebagai bagian dari langkah edukasi dan pencegahan di masyarakat.

Pardiman menjelaskan secara kasat mata, pengguna narkotika jenis sabu maupun sintetis lainnya sulit dikenali.

“Kalau dilihat secara kasar mata, sebenarnya tidak terlihat mencolok. Tidak ada ciri khusus yang langsung bisa dikenali,” ujar Pardiman di Serpong, Tangsel, Kamis (26/2/2026).

Ia menyebut terdapat perubahan perilaku yang bisa menjadi indikator awal. Pengguna, kata dia, cenderung mengalami gangguan fokus dan perubahan sikap.

“Kita biasanya melihat dari fisik dan perilakunya. Pengguna ini umumnya terlihat tidak fokus, tatapannya kosong, dan responsnya berbeda dari biasanya,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan tersebut kerap tidak disadari keluarga atau lingkungan sekitar, terutama jika pengguna berasal dari kalangan tertentu dengan aktivitas sosial yang tinggi. 

Baca juga: Polres Tangsel Ungkap Peredaran 207 Cartridge Etomidate, Dua WNA China Ditangkap

Apalagi, lanjut Pardiman, peredaran narkoba kini tidak menyasar satu segmen saja, melainkan berbagai lapisan masyarakat.

Ia menegaskan pengawasan lingkungan menjadi kunci penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba semakin meluas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perubahan perilaku orang-orang terdekat. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, segera lakukan pendekatan persuasif atau laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Selain dampak perilaku, penggunaan narkoba juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang, mulai dari kerusakan saraf, gangguan psikologis, hingga ketergantungan berat yang membutuhkan rehabilitasi intensif.

Ia berharap, pengungkapan kasus ini tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan penindakan hukum, tetapi juga menjadi momentum penguatan edukasi publik.

“Penegakan hukum penting, tetapi pencegahan jauh lebih utama. Peran keluarga, kampus, dan lingkungan kerja sangat menentukan,” pungkasnya.(m30) 

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved