Selasa, 14 April 2026

Usai Kunjungan Prabowo, Hunian di Bantaran Rel Senen Hilang Tinggal Puing

Presiden Prabowo Subianto menengok warganya yang tinggal di bantaran kereta tak jauh dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

|
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
Beberapa jam setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel Pasar Senen, permukiman warga dibongkar secara mendadak, menyisakan puing-puing dan memaksa warga mencari tempat tinggal sementara, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Presiden Prabowo Subianto menengok warganya yang tinggal di bantaran kereta tak jauh dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

Wartakotalive.com mendatangi lokasi itu di waktu yang berbeda, pemandangan telah berubah sehari setelah didatangi orang nomor 1 di Indonesia itu.

Ketika memasuki area rel, bangunan semi permanen yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut sudah tidak terlihat lagi. Terpal-terpal yang digunakan sebagai atap menghilang, menyisakan ruang terbuka.

Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing bekas bangunan. Sejumlah perabotan rumah tangga tampak ditumpuk di pinggir area, tanda tempat itu pernah dihuni dan menjadi bagian dari kehidupan banyak orang.

Di tengah kondisi tersebut, kereta api tetap berlalu lalang setiap beberapa menit, melintasi kawasan itu tanpa henti, seakan menjadi satu-satunya aktivitas yang masih berlangsung di lokasi tersebut.

Saat ditanya, warga menyampaikan beberapa jam setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto, bangunan-bangunan di lokasi tersebut diperintahkan untuk dibongkar.

Rofii warga yang tinggal di pinggiran rel mengungkapkan kunjungan tersebut dilakukan secara mendadak dan sempat mengejutkan.

“Dia enggak ada yang tahu, jadi memang kayak dadakan. Pas dibuka itu Pak Prabowo, langsung pada salaman semua, terus dia langsung ke sini tinjau orang-orang,” ujar Rofii kepada Wartakotalive.com, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026)

Namun, saat lokasi yang sama didatangi kembali beberapa jam setelah kunjungan tersebut, kondisi sudah berubah drastis.

Bangunan semi permanen yang sebelumnya berdiri di bantaran rel telah hilang. Rofii menyebut, pembongkaran dilakukan tak lama setelah kunjungan berlangsung.

"Kalau dari PT KAI dibongkar, ya suruh bongkar-bongkar. Jadi enggak tentu itu. Kalau ada gusuran ya dibongkar,” kata Rofii.

Ia menjelaskan, kondisi bongkar pasang bangunan sebenarnya sudah lama terjadi di kawasan tersebut.

Meski demikian, ia tetap bertahan karena faktor pekerjaan dan kedekatan lokasi dengan sumber penghidupan mereka.

“Ya namanya usahanya di sini, kadang-kadang bingung mau dipindahin jauh. Orang kerjanya di sini semua,” tutup Rofii.

Sementara itu, warga lain bernama Imah mengaku terkejut karena penertiban dilakukan secara mendadak pada malam hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved