Polisi Selidiki Penembokan Rumah di Tangsel yang Diduga Melibatkan Ormas
Polres Tangerang Selatan menerima laporan terkait penembokan akses rumah warga di Jalan Murjaya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangsel.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN - Polres Tangerang Selatan menerima laporan terkait penembokan akses rumah warga di Jalan Murjaya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan kini tengah melakukan penyelidikan.
"Kami jelaskan benar saat ini Satreskrim Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan hal yang disampaikan," ucap Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, IPDA Yudhi Susanto, Serpong, Tangsel, Rabu (22/4/2026)
Ia mengatakan, saat ini penyidik masih dalam tahap awal penanganan dan akan mendalami kasus tersebut lebih lanjut.
“Artinya saat ini penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan dan akan melakukan penyelidikan lebih jauh terkait dengan perkaranya,” ujarnya.
Sementara itu, kronologi kejadian diungkapkan pihak pemilik rumah, Raffa Azman.
Ia menyebut awal mula persoalan terjadi dari transaksi jual beli rumah dengan pemilik lama yang dilakukan secara kekeluargaan.
“Awalnya ibu saya belum mau renovasi karena sertifikat belum ada. Tapi disuruh bangun saja,” ujar Raffa.
Seiring waktu, pembayaran rumah disebut telah mencapai ratusan juta rupiah, namun sertifikat tak kunjung diberikan.
Masalah kemudian memuncak ketika pihak pemilik rumah melayangkan somasi dan mengubah status pembayaran menjadi sewa.
“Di somasi itu dibilang uang yang sudah dibayar dihitung sebagai sewa Rp50 juta per tahun,” ungkapnya.
Konflik mencapai puncaknya pada 14 April 2026 saat sejumlah orang datang ke rumah tersebut.
“Mereka datang ramai-ramai, sekitar 10 sampai 20 orang, diduga dari ormas Pemuda Pancasila,” kata Raffa.
Menurut dia, rombongan tersebut langsung mengeluarkan sejumlah barang dari dalam rumah.
“Barang-barang langsung diangkat dan dikeluarkan. Kakek saya sempat didorong saat mencoba bertahan,” ujarnya.
Padahal sebelumnya sempat dilakukan mediasi dengan pihak kepolisian.
Namun, tak lama setelah mediasi selesai, akses rumah justru ditutup.
“Padahal sudah dimediasi, tapi setelah polisi pergi langsung ditembok. Kami tidak bisa keluar rumah, kendaraan tertahan,” pungkasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari para pihak terkait.
“Untuk hal tersebut juga penyidik akan melakukan olah TKP ke tempat kejadian perkara,” kata Yudhi.
Ia menambahkan, pihak kepolisian juga siap melakukan pengamanan apabila diperlukan dengan berkoordinasi bersama aparat wilayah setempat.
Pantauan TribunTangerang.com di lokasi, rumah berada di posisi paling ujung dan hanya memiliki satu akses keluar masuk.
Akses tersebut berada di bagian teras, namun kini telah ditutup menggunakan tembok bata abu-abu dengan ketinggian sekitar satu meter yang membentang menutup jalan.
Akibat penutupan itu, satu unit mobil milik penghuni tertahan di dalam rumah. Selain itu, empat sepeda motor juga tidak dapat dikeluarkan karena tidak adanya jalur alternatif untuk keluar masuk kendaraan.
Di bagian ujung tembok tersebut, ketinggian hanya sekitar 30 sentimeter, namun tetap tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.
Di bagian luar rumah, terlihat satu set sofa berwarna hitam dan sebuah meja diletakkan di depan. Barang-barang tersebut tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam rumah karena akses teras yang telah tertutup permanen oleh tembok. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Rabu 22 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
| Viral Rumah Ditutup Tembok di Tangsel, Penghuni Terjebak, Begini Cerita Awal Mulanya |
|
|---|
| Banjir di Puspitek Tak Kunjung Surut, Pemkot Tangsel: Drainase Jalan Milik Provinsi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Selasa 21 April 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Selasa 21 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/KASUS-PENEMBOKAN-RUMAH-67.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.