Haji 2026
61 Warga Tangsel Memilih Menunda Berangkat Haji 2026, Ini Alasannya
61 calon jamaah haji asal Kota Tangerang Selatan memilih menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini meski sudah masuk daftar panggil.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Sebanyak 61 calon jamaah haji asal Kota Tangerang Selatan memilih menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini meski sudah masuk daftar panggil.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah, Rizki Waludin mengungkapkan penundaan tersebut dipicu alasan ekonomi, menjadi sorotan di tengah panjangnya antrean ibadah haji di Indonesia.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang kesiapan finansial jamaah. Di satu sisi, mereka telah melewati masa tunggu bertahun-tahun, namun di sisi lain belum sepenuhnya siap untuk melunasi biaya perjalanan haji saat jadwal keberangkatan tiba.
"Ada 61 orang yang sebenarnya sudah dipanggil berangkat, tetapi menunda karena alasan ekonomi,” ujar Rizki di kantornya, Serpong, Tangsel, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, pelunasan biaya haji kerap menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian jamaah.
Meski telah menyetor setoran awal saat mendaftar, kenaikan biaya dan kondisi ekonomi pribadi sering kali membuat jamaah belum siap saat jadwal keberangkatan ditetapkan.
“Ketika waktu pelunasan tiba, tidak semua jamaah memiliki kesiapan finansial yang cukup. Ini yang akhirnya membuat mereka memilih menunda,” kata Rizki.
Baca juga: Kloter Perdana Jemaah Haji Banten Berangkat ke Tanah Suci, Andra Soni Banggakan Asrama Grand El-Hajj
Selain faktor ekonomi, terdapat pula jamaah yang menunda karena alasan kesehatan.
Tercatat 10 orang memilih menunda, lanjut Rizki, meski sudah melunasi biaya, lantaran kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berangkat.
Bahkan, terdapat satu calon jamaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan, serta dua orang lainnya mengalami sakit permanen sehingga harus menunda perjalanan ke Tanah Suci.
Kasus lain juga terjadi di embarkasi, di mana tiga jamaah dari kloter JKB-04 terpaksa batal berangkat pada saat-saat terakhir.
“Satu orang terdeteksi memiliki penyakit serius dan harus menjalani cuci darah, satu mengalami gangguan pada otak, dan satu lagi mengalami cedera parah akibat terjatuh,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah jamaah haji asal Tangsel tahun ini mencapai 1.125 orang yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 02, 04, 21, dan 23.
Ia mengungkapkan adanya permintaan khusus agar tiga jamaah diberangkatkan pada kloter terakhir. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dan kondisi jamaah yang bersangkutan. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| 90 Persen Jemaah Haji Gunakan Corridor Gate, Antrean Imigrasi di Bandara Soetta Makin Singkat |
|
|---|
| Jemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Debarkasi Grand El Hajj dengan Selamat |
|
|---|
| Modus Liburan ke China, 32 Calon Jemaah Haji Ilegal Ditangkap Satgas Haji Bandara Soekarno-Hatta |
|
|---|
| Polres dan Imigrasi Bandara Soetta Gagalkan Keberangkatan 51 Jemaah Haji Ilegal |
|
|---|
| Sakit hingga Meninggal Dunia, 5 Jemaah Haji Kabupaten Tangerang Gagal Berangkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/JEMAAG-HAJI-154.jpg)