Vaksinasi Covid19
Cara Daftar Vaksinasi Covid Moderna Bagi Warga Kota Tangerang yang Punya Komorbid
Berikut ini cara pendaftaran vaksin moderna khusus warga dalam Kota Tangerang yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Berikut ini cara pendaftaran vaksin moderna khusus warga dalam Kota Tangerang yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan
Orang dengan komorbid sekarang bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda.
Surat yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota tersebut menjelaskan skrining vaksinasi bagi kelompok komorbid dan penyakit kronik lainnya dengan ketentuan yang harus dipenuhi.
Baca juga: Padahal Bukan Nakes, Kadisdikbud Kota Tangsel Mengaku Sudah Disuntik Vaksin Booster Merek Moderna
Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia diharapkan segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19.
Juru bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. menjelaskan bahwa surat edaran tersebut didasari pada kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional serta Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam (PAPDI) dan Perhimpunan Kardiologi Indonesia (Perki).
"Hasil kajian menyebutkan vaksinasi COVID-19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas,Ibu menyusui, penyintas Covid-19 setelah 3 bulan, dan komorbid. Adapun pelaksanaan pemberian vaksin harus tetap mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19,” jelasnya.
Baca juga: PERHATIAN! Kuota Vaksin Moderna di RS An-Nisa Tangerang hingga 7 September, Habis!
Daftar vaksinasi moderna di Kota Tangerang :
1. Buka alamat vaksinasi Tangerangkota.go.id
2. Daftar, lalu isi dengan NIK penduduk.
3. Lalu klik tombol proses lengkapi data anda, jika anda termasuk memiliki komorbid pastikan memberikan dan memiliki komorbid.
4. Lalu klik jenis vaksin moderna
5. Pilih lokasi vaksin, lengkapi data alamat, pekerjaan dan pastikan anda mengisi nomor whatsApp yang dapat dihubungi
6. Jika sudah klik tombol simpan
7. Anda juga dapat downloand bukti daftar dengan membuka kembali alamat vaksinasi.tangerangkota.go.id lalu klik Lihat Data
8. Masukkan NIK dan kode yang tersedia lalu klik tombol Lihat Hasil, lalu klik tombol Kartu Pendaftaran.
Lihat selengkapnya di sini:
Bagi kelompok usia 60 tahun ke atas, tambahnya, pemberian vaksinasi diberikan dua dosis dengan interval 28 hari.
Selain itu terdapat skrining tambahan bagi sasaran usia diatas 60 tahun seperti adakah kesulitan untuk naik 10 anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki penyakit komorbid, kesulitan berjalan 100-200 m dan ada penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir.
Baca juga: Tak Harus Moderna, Nakes Boleh Pakai Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Booster
"Sementara untuk kelompok komorbid, dalam hal ini hipertensi, dapat disuntik vaksin kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang tidak ada kondisi akut, bahkan seorang penyandang kanker dan penyandang penyakit autoimun masih memungkinkan mendapatkan vaksinasi setelah dikonsultasikan kepada dokter yang merawat" papar dr. Nadia.
Cakupan vaksinasi semakin luas Penyintas COVID-19 juga dapat disuntik vaksin jika sudah lebih dari 3 bulan.
Sementara itu, untuk kelompok sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi COVID-19 setelah penyakitnya dapat kondisi terkendali atau telah mendapatkan surat keterangan layak imunisasi dari dokter yang merawatnya.
Untuk mendukung proses vaksinasi, seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggung jawab Puskemas atau rumah sakit.
"Kesiapan pos pelayanan vaksinasi akan sangat berperan dalam meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi COVID-19," tutup dr. Nadia.
Efek Samping Vaksin Covid-19 Moderna Terasa Lebih Berat, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Saat ini Dinas Kesehatan Tangerang Selatan (Tangsel) telah mendistribusikan jenis vaksin Moderna pada program vaksinasi masyarakat umum.
Vaksin jenis ini merupakan vaksin Covid-19 berbasis mRNA yang dibuat oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat.
Sebelumnya, di Tangsel sendiri jenis vaksin ini hanya dibatasi sebagai vaksin ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan di Tangsel.
Dokter Fitriyati Irviana yang juga PIC Vaksinator Covid 19 RS Sari Asih Ciputat menjelaskan perbedaan vaksin jenis Sinovac dengan vaksin jenis Moderna kepada Wartakota.
Setiap jenis vaksin pastinya memiliki perbedaan.
Vaksin jenis Sinovac merupakan vaksin Inaktif.
Jadi virus yang hidup dimatikan.
Untuk vaksin jenis Moderna dibuat dari genetik virusnya sendiri.
Unsur yang digunakan berbeda dan efek sampingnya juga berbeda.
"Vaksin Sinovac itu kan vaksin inaktif, jadi kuman yang hidup dimatikan. Vaksin moderna ini kan jenis vaksin yang memang dari genetik virusnya sendiri. Jadi memang unsur vaksinnya beda, kemudian juga efek sampingnya," ungkapnya kepada TribunTangerang.com di RS Sari Asih, Ciputat, Tangsel, Selasa (24/8/2021).
Ia menjelaskan, pemberian vaksinasi menggunakan jenis Moderna di Tangsel bukan karena vaksin jenis Sinovac telah habis.
Namun karena suplay yang diberikan saat ini memang sedang menggunakan jenis Moderna.
Vaksin Inaktif pada dasarnya lebih kalem untuk Kejadian Pascavaksin (KP) sehingga efeknya tak terlalu berat.
Ada efek seperti demam namun tak semua.
Untuk Vaksin jenis Moderna KP lebih terasa seperti muncul demam, pegal, nyeri, bengkak di lokasi suntik, dan yang terparah bisa terjadi gangguan di otot jantung.
"Makanya untuk vaksin ini kita hati-hati sekali. Sebaiknya peserta tidak melakukan olahraga berat pascavaksin selama seminggu," jelasnya.
Biasanya vaksinator akan memberikan saran untuk meminum Paracetamol setelah mengikuti Vaksin, hal ini agar mengurangi KP yang terjadi.
Jika menggunakan vaksin moderna, pasti akan ada demam, pegal di lokasi penyuntikan.
Namun gejalanya akan berbeda-beda di tiap orangnya.
"Jadi kalau bengkak kita sarankan untuk dikompres es. Tapi kalau demam atau pegal-pegal, kita anjurkan minum Paracetamol. Biasanya sehari setelah vaksin tuh kita anjurkan untuk tak beraktivitas berat," tuturnya.
Mereka yang merasakan KP dengan gejala yang diterangkan sebelumnya, sebaiknya beristirahat.
Diingatkan untuk tidak berolah raga berat sampai berkeringat banyak.
Sebab, aktivitas berat akan dapat menyebabkan gangguan pada otot jantung.
TribunTangerang.com/Dian Anditya/Ikhwana Mutuah Mico
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pendaftaran-vaksin-moderna-untuk-pasien-komorbid.jpg)