Minggu, 19 April 2026

Gagah Berani Lawan Perampok Toko Emas di Medan, Satpam Ditembak Lehernya, Begini Kondisinya Sekarang

Akibat tembakan pada lehernya itu, Erwin kini masih terbaring di ranjang Rumah Sakit Bhayangkara TK II, Medan, Senin (30/8/2021).

Editor: Mohamad Yusuf
Pragda
(Ilustrasi) Seorang satpam dengan gagah berani melawan komplotan perampok toko emas di Medan, Sumatera Utara. Satpam bernama Julianus Simanungkalit atau Erwin (47) itu justru ditembakan pada bagian lehernya saat melawan para perampok toko emas tersebut. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Seorang satpam dengan gagah berani melawan komplotan perampok toko emas di Medan, Sumatera Utara.

Satpam bernama Julianus Simanungkalit atau Erwin (47) itu justru ditembak pada bagian lehernya saat melawan para perampok toko emas tersebut.

Akibat tembakan pada lehernya itu, Erwin kini masih terbaring di ranjang Rumah Sakit Bhayangkara TK II, Medan, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya

Baca juga: VIRAL, Ojol Antar Pesanan Obat Naik Sepeda Sejauh 15 Km karena Tak Punya Motor, Begini Kisahnya

Baca juga: Lokasi Tes PCR di Tangerang Selatan yang Sudah Sesuai Harga Keputusan Pemerintah

Saat ditemui dia sedang dijaga oleh keponakannya.

Ia mengenakan kemeja hijau tua dibalut sarung berwana oranye.

Tangan kanannya pun masih terpasang jarum infus yang mengalirkan cairan bening dari botol yang disangkutkan.

Sementara leher sebelah kirinya masih dibalut kain kasa.

Erwin mengungkap ciri-ciri perampok yang menggasak dua toko emas di Pasar Simpang Limun pada Kamis lalu.

Berdasarkan pengelihatannya pelaku berjumlah empat orang.

Mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dan Honda Scoopy berwarna abu-abu.

Adapun ciri-ciri pelaku yang paling diingatnya adalah rampok yang menembak lehernya.

Perawakannya kurus, tinggi dan menggunakan penutup wajah serta topi.

Sementara ketiga lainnya berpostur lebih pendek dibandingkan yang satunya.

Wajahnya tak kelihatan karena mereka menggunakan penutup wajah, jaket dan topi.

"Pokoknya yang tinggi itu satu orang, kurus-kurus dia. Yang lain itu lebih pendek dari dia," kata Julianus Simanungkalit, saat ditemui di ruangannya di RS Bhayangkara TK II, Medan di Jalan KH Wahid Hasyim, Sumatera Utara.

Julianus alias Erwin mengatakan perampok berpostur tubuh kurus tinggi tersebut menembaknya dengan senjata api laras panjang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved