Rabu, 6 Mei 2026

PROFIL 7 BUMN yang Bakal Dibubarkan Erick Thohir, Salah Satunya Pernah Jadi Tempat Kerja Jokowi

Erick menyampaikan, menutup BUMN butuh proses panjang. Sehingga, diperlukan revisi UU 19/2003.

Tayang:
Editor: Yaspen Martinus
bumn.go.id
Menteri BUMN Erick Thohir akan membubarkan tujuh perusahaan pelat merah yang lama tidak beroperasi, tapi masih punya karyawan. 

Maskapai penerbangan nasional ini didirikan pada 6 September 1962.

Berkantor pusat di Surabaya, Merpati memiliki 39 armada dengan 84 destinasi dalam negeri.

Pesawat Merpati pernah kecelakaan di Bandara Haji Asan Sampit pada 2012, kecelakaan di Bandara El Tari Kupang pada 2013, dan jatuhnya pesawat Xian MA60X ke laut pada 7 Mei 2011.

Baca juga: Siang Ini Partai Gokar Bakal Bersikap Soal Azis Syamsuddin yang Ditahan KPK

PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sempat memberikan dana restrukturisasi hingga Rp 663,99 miliar.

Merpati sempat berhenti beroperasi pada 2014, dan dikabarkan kembali mengudara pada 2019.

2. PT Industri Gelas (Persero) (Iglas)

Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas ini berdiri pada 29 Oktober 1956.

PPA sudah mengucurkan dana talangan sebesar Rp 49,96 miliar dan pinjaman dana restrukturisasi Rp 89,08 miliar.

Iglas telah menyelesaikan hak 429 eks karyawannya, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi.

3. PT Istaka Karya (Persero)

Perusahaan konsorsium yang bergerak dalam bidang konstruksi ini didirikan pada 1979.

Perusahaan yang sebelumnya bernama Indonesian Consortium of Construction Industries (PT ICCI) ini pernah membangun rumah sakit, jalan lintas, gedung perkantoran, flyover, hingga bendungan.

Perusahaan ini tidak membayarkan gaji karyawan hingga setahun lebih.

PPA akhirnya turun tangan memberikan dana talangan senilai Rp 62,44 miliar.

4. PT Kertas Kraft Aceh (Persero) (KKA)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved