Minggu, 19 April 2026

Kisah Bocah 3 Tahun Temani Jenazah Neneknya Berhari-hari hingga tidak Makan, Begini Kondisinya

Selama berhari-hari, ia berada di dalam rumah bersama neneknya yang sudah terbujur kaku di dalam rumah.

Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Jenazah OT (64) lansia yang meninggal di dalam rumahnya di Jalan Gambir Anom 2, RT 06 RW 06 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (30/9/2021) dievakuasi petugas. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - J, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun ditemukan sedang menemani jasad neneknya di sebuah rumah, di Jalan Gambir Anom 2, RT 06 RW 06 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Selama berhari-hari, ia berada di dalam rumah bersama neneknya yang sudah terbujur kaku di dalam rumah.

Kondisinya cukup memprihatinkan, saat bocah tersebut ditemukan.

Baca juga: Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya

Baca juga: VIRAL, Ojol Antar Pesanan Obat Naik Sepeda Sejauh 15 Km karena Tak Punya Motor, Begini Kisahnya

Baca juga: Lokasi Tes PCR di Tangerang Selatan yang Sudah Sesuai Harga Keputusan Pemerintah

Ia ditemukan dalam kondisi telanjang berada di kamar menemani jasad neneknya.

Ia tak mandi berhari-hari seperti terlihat pada tubuhnya yang dipenuhi kotoran berbau tak sedap.

Rambut bocah itu panjang sebahu, sedangkan tubuhnya juga cenderung kurus.

Ketika polisi mendobrak pintu rumah OT, bocah tersebut langsung menangis.

Bocah berinisial J itu kemudian dimandikan warga dibantu pihak kepolisian.

Ia sempat menangis lagi sebelum akhirnya ditenangkan warga dan petugas setempat.

Ketua RT 06 RW 06 Pegangsaan Dua, Tika yang melihat tersebut sempat tak percaya melihat kondisi cucu korban.

Ia mengira si cucu sudah tak bernyawa juga, namun dugaannya salah.

"Saya pikir cucunya meninggal karena kan enggak makan tiga hari ternyata masih hidup," kata Tika di lokasi.

Tika mengatakan, memang sebelum ditemukannya jenazah OT, warga kerap kali mendengar tangisan dari rumah tersebut.

Namun, tangisan bocah tersebut dianggap hanya angin lalu.

"Kalau tangisan kita sering dengar memang. Anak itu sering nangis, cuman warga nganggepnya biasa aja," ucap Tika.

Tika juga menyinggung kecurigaannya sebelum jenazah OT ditemukan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved