Komunitas Save Janda Angkat Bicara Kritik PKS yang Anjurkan Kader Poligami dengan Janda, Ini Katanya

Founder #SaveJanda Mutiara Proehoeman menyayangkan program tersebut karena landasannya dicetuskan langsung oleh Partai Politik.

Editor: Mohamad Yusuf
pks.id
Komunitas #SaveJanda menyoroti terkait imbauan Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang Program Tiga Pihak. Di mana dalam program tersebut secara spesifik mengizinkan para kadernya yang laki-laki untuk berpoligami terutama kepada janda. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Komunitas #SaveJanda menyoroti terkait imbauan Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang Program Tiga Pihak.

Di mana dalam program tersebut secara spesifik mengizinkan para kadernya yang laki-laki untuk berpoligami terutama kepada janda.

Founder #SaveJanda Mutiara Proehoeman menyayangkan program tersebut karena landasannya dicetuskan langsung oleh Partai Politik.

Baca juga: Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya

Baca juga: VIRAL, Ojol Antar Pesanan Obat Naik Sepeda Sejauh 15 Km karena Tak Punya Motor, Begini Kisahnya

Baca juga: Lokasi Tes PCR di Tangerang Selatan yang Sudah Sesuai Harga Keputusan Pemerintah

Sebab kata dia, dalih menolong janda dan anak yatim dengan poligami dinilai sebagai sebuah narasi kemunduran.

Tak hanya itu, imbauan itu juga menghianati perjuangan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

“Kami menyadari bahwa kemiskinan masih menjadi problem bagi banyak perempuan di Indonesia, terlebih janda. Tapi tentu saja solusi bagi kemiskinan dan kesulitan ekonomi perempuan bukanlah poligami," beber Mutiara kepada Tribunnews.com, Kamis (30/9/2021).

Dirinya lantas menyinggung soal upaya untuk mencari jalan keluar kemiskinan yang dialami oleh para janda.

Kata dia seharusnya para perempuan yang berstatus janda diberikan program bantuan dan pemberdayaan bukan malah melalui program poligami.

"Solusi bagi kemiskinan yang dialami oleh perempuan janda adalah program-program pemberdayaan, bantuan modal usaha, pelatihan-pelatihan serta akses terhadap lapangan pekerjaan," ucapnya.

Tak hanya itu, upaya untuk menikahi janda guna membantu anak yatim juga dinilainya kurang tepat.

Sebab untuk membantu anak yatim kata dia ada cara lain yakni dengan memberikan bantuan beasiswa agar bisa tetap sekolah, bukan menikahi sang ibunda.

"Anak yatim dibantu dengan beasiswa atau program orang tua asuh, bukan mempoligami ibunya," tukasnya.

Sebelumnya, Mutiara mewakiliki #SaveJanda mengecam terkait program PKS tersebut.

Pihaknya menilai, imbauan itu sangat merendahkan perempuan yang berstatus janda bahkan memperburuk stigma janda.

"Narasi-narasi misoginis seperti imbauan kader untuk poligami dengan janda hanya memperburuk stigma tersebut," kata Founder Komunitas #SaveJanda Mutiara Proehoeman saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (30/9/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved