Kamis, 30 April 2026

Bersiap Gelar Perkuliahan Tatap Muka, Ini Cara UMN Jadikan Kampus yang Aman dan Nyaman

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Andrey Andoko menyatakan, nantinya proses perkuliahan akan dilaksanakan secara hybrid.

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan menggelar Perkuliahan Tatap Muka(PTM), usai Ujian Tengah Semester(UTS) Ganjil 2021/2022 dilaksanakan.  Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Andrey Andoko menyatakan, nantinya proses perkuliahan akan dilaksanakan secara hybrid. 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan menggelar Perkuliahan Tatap Muka(PTM), usai Ujian Tengah Semester(UTS) Ganjil 2021/2022 dilaksanakan. 

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Andrey Andoko menyatakan, nantinya proses perkuliahan akan dilaksanakan secara hybrid.

"Merespon rekomendasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta atas izin Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan mulai mengadakan perkuliahan secara hybrid," ujar Andrey Andoko dalam keterangan resminya, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya

Baca juga: VIRAL, Ojol Antar Pesanan Obat Naik Sepeda Sejauh 15 Km karena Tak Punya Motor, Begini Kisahnya

Baca juga: Lokasi Tes PCR di Tangerang Selatan yang Sudah Sesuai Harga Keputusan Pemerintah

"Sistem perkuliahan hybrid yang sudah dipersiapkan akan dilaksanakan pada minggu ke delapan, setelah Ujian Tengah Semester Ganjil 2021/2022 selesai dilaksanakan," imbuhnya.

Kemudian Andrey Andoko juga mengatakan, penyelenggaraan PTM tersebut, dilakukan dengan jumlah maksimal 30 persen dari kapasitas utama.
 
Setiap mahasiswa yang mengikuti PTM itu, diwajibkan untuk meminta persetujuan dari orang tua masing-masing. 

"Mahasiswa yang mendapatkan jadwal untuk datang ke kampus masih akan dibatasi, mengingat kerumunan harus dihindari dan mengurangi terjadinya kontak fisik," kata Andrey.

"Durasi maksimal dalam setiap pertemuan PTM adalah selama dua jam," sambungnya.

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan pihak kampus, lanjut Andrey, guna mendukung sistem perkuliahan hybrid dapat berjalan maksimal.

Seperti, menambah perangkat tambahan seperti kamera dan mikrofon yang terhubung dengan internet di ruang kelas dan juga laboratorium yang akan digunakan untuk perkuliahan hybrid.

"Hal ini kita lakukan, agar mahasiswa yang mengikuti kuliah secara daring tetap dapat mengikuti dosen yang mengajar dari kelas. Dan sebaliknya, mahasiswa yang di dalam kelas bisa melihat teman-temannya yang kuliah secara daring," terangnya.

"Situasi terbatas ini membutuhkan inovasi sistem pembelajaran yang bisa dilaksanakan pada situasi kebiasaan baru," tutur Andrey.

Lebih lanjut Wakil Rektor Bidang Akademik UMN, Friska Natalia menjelaskan, bahwa program studi memilih mata kuliah praktikum untuk dibuat secara hybrid.

Mata kuliah praktikum yang dilaksanakan secara hybrid, akan didukung dengan materi yang bisa memastikan mahasiswa online maupun mahasiswa onsite tetap bisa mendapatkan pemahaman yang sama. 

"Kuliah hybrid juga bisa digunakan untuk memastikan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) mahasiswa tercapai dan mahasiswa akan mendapat eksperimen lebih dengan datang langsung ke kampus yang fasilitas pembelajarannya lebih memadai," tambah Friska memastikan kepentingan akademik mahasiswa.

Sebelum PTM digelar, pihak kampus telah menlaksanakan sosialisasi dan uji coba kelas hybrid bagi dosen oleh Biro Informasi Akademik (BIA) pada Rabu (6/10/2021) lalu.

Sosialisasi dan uji coba tersebut, difasilitasi oleh Divisi Health Safety Environment (HSE) dan Divisi Informasi Teknologi (IT). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved